Page 418 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 418
INDONESIA DUKUNG PEMBAHASAN POLA KERJA BARU DARI ANGGOTA G20
Jakarta - Perkembangan digitalisasi dan dampak pandemi Covid-19 telah menciptakan double-
disruption terhadap ekosistem ketenagakerjaan. Indonesia bersama Negara-negara G20 terus
berupaya mencari formulasi pedoman yang tepat agar sektor ketenagakerjaan mampu
mengimbangi disrupsi tersebut.
Dalam pertemuan G20 Second Employment Working Group (EWG) melalui sambungan video
pada hari Kamis malam (15/4), Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi,
mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kemnaker memiliki beberapa strategi dalam
mengatasi tantangan era digitalisasi. Di antaranya mengurangi kesenjangan sosial antara Usaha
Besar dan Usaha Kecil Menengah.
"UMKM perlu beralih ke dalam bentuk kewirausahaan berbasis inovasi Digital Fabrication/Talent
Hub serta memprioritaskan masyarakat yang rentan seperti pengangguran, kelompok NEET (Not
in Employment Education Training), penyandang disabilitas, pemuda dan wanita yang
membutuhkan perlindungan sosial dan insentif lebih banyak," kata Sekretaris Jenderal Kemnaker
Anwar Sanusi, dalam paparannya pada pembukaan pertemuan G20 Second Employment
Working Group (EWG) secara virtual di Jakarta, Kamis malam (15/4/2021).
Sekjen Anwar Sanusi menjelaskan, pada era digital saat ini terdapat peluang bagi pemerintah
dalam mengembangkan daya saing pekerja agar mampu berkarya dan menguasai dunia digital.
Hal ini diperlukan karena perkembangan digitalisasi dan dampak pandemi Covid-19 telah
menciptakan double-disruption terhadap ekosistem ketenagakerjaan.
"Berbagai langkah-langkah diambil pemerintah dalam memanfaatkan peluang ini yang pertama,
mengoptimalkan partisipasi pekerja dalam era digital; kedua, mengikutsertakan pekerja dalam
program jaminan sosial publik untuk meningkatkan perlindungan mereka; ketiga, peningkatan
kompetensi secara berkelanjutan," lanjutnya.
Sekjen Anwar Sanusi menyatakan, era digitalisasi juga berpengaruh terhadap situasi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Karena saat ini bidang ketenagakerjaan mengalami
perubahan dalam kondisi kerja, jam kerja, serta lingkungan kerja yang dapat menimbulkan
potensi bahaya (hazard) baru bidang K3.
"Dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif serta memberikan perlindungan
ketenagakerjaan, pemerintah masih menyusun kebijakan publik yang sejalan dengan munculnya
Future of Work melalui dialog sosial dengan melibatkan tripartit dalam membangun pasar kerja
yang fleksibel dan menciptakan lapangan kerja berkualitas," ucapnya.
Pada pertemuan ini, Sekjen Anwar Sanusi juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap isu
yang dikemukakan oleh Presidensi G20 Italia, Mr. Carmelo Barbarello, mengenai pola kerja.
Sekjen Anwar mengharapkan dari pertemuan kedua G20 Employment Working Group (EWG)
dapat memberikan kontribusi yang konkrit terhadap pemulihan perekonomian melalui sektor
ketenagakerjaan.
"Saya mendukung Presidensi Italia atas inisiasinya dalam forum EWG II ini untuk membahas
kontribusi terhadap implementasi G20 Youth Roadmap 2025 sebagaimana yang kita
komitmenkan pada tahun 2020," kata Sekjen Anwar.
417

