Page 422 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 422

ANTISIPASI MASALAH PEMBAYARAN THR, SERIKAT PEKERJA BEKASI BUKA POSKO
              PENGADUAN
              Menteri  Ketenagakerjaan  RI  mengeluarkan  surat  edaran  nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang
              Pelaksanaan  Pemberian  THR  Keagamaan  2021  bagi  Pekerja/Buruh.  Surat  ini,  mewajibkan
              perusahaan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerjanya tanpa dicicil.

              Untuk itu, Serikat Pekerja Bekasi membuka posko pengaduan guna menampung aspirasi pekerja
              terkait  pembayaran  THR  dari  perusahaan  yang  tidak  sesuai  edaran  Kementerian
              Ketenagakerjaan.

              "Segera kita buka posko pengaduan, kita dampingi pekerja yang dirugikan perusahaan yang
              melanggar aturan pembayaran THR," kata Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
              Bekasi, Suparno, Jumat (16/4).

              Ia  meminta  agar  perusahaan  menaati  kebijakan  pembayaran  THR  sesuai  yang  ditetapkan
              Kemenaker.  Jika  ada  perusahaan  yang  memutuskan  membayar  secara  bertahap,  kata  dia,
              terlebih dahulu harus mengantongi kesepakatan dengan pekerja.

              "Artinya perusahaan tidak serta merta langsung mencicil sebab kalau perusahaan mencicil tanpa
              kesepakatan akan ada sanksi pidananya," katanya.

              Suparno  mengaku  belum  ada  pembicaraan  antara  pekerja  dengan  pengusaha  di  daerahnya
              setelah dikeluarkannya surat edaran terkait pembayaran THR tahun ini namun pada prinsipnya
              pengusaha terikat pada regulasi tersebut.

              "Selama  ini  yang  jadi  persoalan  itu,  karena  regulasi  memberi  celah.  Tetapi  untuk  tahun  ini
              perusahan juga sudah paham karena bahasanya Menteri Tenaga Kerja sudah jelas. Termasuk
              imbauan dari Presiden Joko Widodo bahwa THR jangan dicicil karena sudah ada kompensasi
              yang lebih kepada pengusaha, mulai dari pajak dan sebagainya," ucapnya.

              Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi, Sutomo mengatakan
              ada  tiga  klasifikasi  perusahaan  terkait  pembayaran  THR  yakni  perusahaan  yang  mampu
              membayar secara penuh atau perusahan kelas atas, setengah mampu bayar (kelas menengah),
              dan tidak mampu bayar (perusahaan kelas bawah).

              "Yang jadi masalah perusahaan menengah ke bawah karena pada umumnya mereka menginduk
              ke  perusahaan-perusahaan  besar.  Jadi  kalau  perusahaan  besar  produksinya  sedikit,  yang  di
              bawah otomatis sedikit. Ini yang jadi masalah bagi perusahaan yang tidak mampu, karena pasti
              sulit untuk memenuhi pembayaran THR," katanya.

              Di Kabupaten Bekasi, kata dia, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, ada
              7.100 perusahaan di daerah itu. Dari jumlah itu, perusahaan kelas bawah diperkirakan berjumlah
              sekitar 30 persen dari total keseluruhan perusahaan.

              Selama pandemi Covid-19, sektor usaha yang diperkirakan bakal mampu membayar THR buruh
              secara penuh merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan obat-obatan. Di
              luar sektor kesehatan dan obat-obatan, diprediksi masih akan ada negosiasi antara buruh dan
              pengusaha untuk mencari jalan tengah terkait pembayaran THR di tahun ini.

              "Usaha tertentu sudah mulai bagus, contohnya bidang kesehatan. Saya kebetulan bergerak di
              bidang kesehatan, itu jauh lebih baik dari sebelum pandemi. Jadi, saya pasti memberi THR secara
              penuh," tandasnya.




                                                           421
   417   418   419   420   421   422   423   424   425   426   427