Page 546 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 546
BPJAMSOSTEK PAPUA JAYAPURA SERAHKAN SANTUNAN KEMATIAN
Jayapura : Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano, secara simbolis menyerahkan santunan
kematian kepada ahli waris dari jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja bukan penerima
upah oleh BPJS Ketenagakerjaan/ BPJAMSOSTEK Cabang Papua Jayapura.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan
bertanggung jawab menjamin pekerja yang sudah terdaftar bila terjadi kecelakaan kerja atau
kematian, sesuai dengan amanat undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang
penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.
sehingga sudah menjadi komitmen bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan santunan
kepada pekerja, baik pekerja penerima upah maupun pekerja bukan penerima upah, sebagai
bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Santunan diberikan ketika terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian pekerja,
seperti pekerja bukan penerima upah yang bekerja di sektor pariwisata, pertanian, perikanan,
perhubungan darat, laut, termasuk keagamaan, yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,"
ujar Djoni Naa, Kamis (15/04/2021).
Djoni Naa berharap agar BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Jayapura terus meningkatkan
pelayanan agar seluruh pekerja di ibukota Provinsi Papua tersebut terjamin dengan baik,
terutama kepada 25 ribu pekerja bukan penerima upah yang sudah terdaftar sebagai dalam
kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
"Yang sudah terdata di BPJS Ketenagakerjaan ada 25 ribu untuk pekerja bukan penerima upah.
Kalau ditambah pegawai honorer dan perusahaan jumlahnya sudah 60 ribu lebih. Per bulan
dibayarkan Rp. 10.000,-, sementara untuk pekerja formal sesuai dengan UMP," tutur Djoni Naa.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Jayapura, Erlangga Priadi
Jomantara, selaku Pejabat Pengganti Sementara Kepala Kantor Cabang mengatakan, Jaminan
Kematian kepada pekerja mandiri atau pekerja bukan penerima upah atau pekerja penerima
upah merupakan tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan yang harus dilindungi, terlebih
pemerintah Kota Jayapura sudah mengeluarkan Perda Nomor 4 Tahun 2020, terkait
perlindungan pekerja mandiri.
Dikatakan Erlangga, pemberian jaminan atau santunan kepada pekerja merupakan komitmen
BPJAMSOSTEK dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar terlindungi, dan khusus
hari ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Jayapura memberikan santunan Jaminan Kematian
kepada tiga 0rang pekerja bukan penerima upah di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura yang
meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.
"Tenaga kerja yang meninggal ada tiga orang. Dana santunan sudah diterima ahli waris, masing-
masing sebesar Rp. 42.000.000,-. Kedepan kami akan terus meningkatkan pelayanan,
memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga agar mau mendaftarkan diri di BPJAMSOSTEK
agar terlindungi," tegas Erlangga.
Sementara itu, Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan, pemerintah Kota Jayapura
sudah menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan selama sembilan tahun lebih, dan ini
merupakan upaya pemerintah Kota untuk memberikan perlindungan dan jaminan kepada para
pekerja, terkhusus pekerja bukan penerima upah.
"Kerjasama ini dalam rangka menolong masyarakat sesuai Instruksi Presiden. Saya berharap
kerjasama ini terus berlanjut sehingga pekerja yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan
bisa terjamin bila terjadi kecelakaan kerja," tutup BTM.
545

