Page 300 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 300

5 CALON TKW MAU KABUR, BALAI LATIHAN KERJA DI MALANG TIDAK BERIZIN

              Plt  Kepala  Disnaker  Penanaman  Modal  dan  Pelayanan  Terpadu  Satu  Pintu  (PMPTSP)  Kota
              Malang, Erik Setyo Santoso mengatakan, Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta
              (CKS) belum memenuhi sejumlah ketentuan izin operasional. Sebab, perizinan di balai latihan
              tersebut untuk para calon pekerja migran ini masih dalam proses.

              "Hal itu berdasarkan izin nomor 566/LA-LPK/I/2017, 259/LA-LPK/I/2019 dan 260/LA-LPK/2019.
              Memang belum berizin. Saat ini ada penambahan program pelatihan. Dimana untuk perizinan
              masih dalam proses di Disnaker PMPTSP," kata Erik, Jumat, 11 Juni 2021.

              Seperti diketahui, 5 calon Tenaga Kerja Wanita atau TKW dari wilayah Nusa Tenggara Barat
              (NTB) mencoba kabur dari BLK yang berlokasi di Jalan Raya Rajasa, Bumiayu, Kota Malang, pada
              Rabu, 9 Juni 2021 malam. Mereka menjebol teralis di lantai 4 dengan bermodalkan tali yang
              dibuat dari potongan selimut.

              Di tengah upaya kabur itu, nahasnya mereka terjatuh. Tiga orang mengalami luka-luka, dan dua
              orang lainnya berhasil melarikan diri. Tiga calon TKW yang mendapat luka itu langsung dibawa
              warga ke RSUD Kota Malang untuk mendapat perawatan intensif.

              Erik mengatakan, ada pengakuan calon pekerja migran yang disiksa. Bahkan, tidak diberi waktu
              istirahat  cukup.  Pihak  Polresta  Malang  Kota  masih  melakukan  pendalaman  dalam  kasus  ini.
              Namun, yang jelas perizinan PT Central Karya Semesta belum memenuhi ketentuan.

              "Disnaker bersama dengan pengawasan Ketenagakerjaan, BP2MI san UPT. P2TKI Jawa Timur
              akan mendalami kasus ini dengan langsung mengunjungi BLKLN/LPK CKS," ujar Erik.

              Erik membenarkan, kasus calon pekerja migran kabur dari balai pelatihan sudah beberapa kali
              terjadi di tempat ini. Pihak CKS saat dikonfirmasi Disnaker PMPTSP Kota Malang mengaku tidak
              pernah ada persoalan dengan para calon pekerja migran.

              "Kasus calon pekerja migran atau TKW memang beberapa kali terjadi di BLKLN/LPK CKS. Dari
              penuturan pihak CKS, merasa tidak ada permasalahan dengan calon pekerja migran. Terkait
              penjelasan korban, kami belum bisa mengatakan dulu, nunggu pendalaman dan BAP Polisi,"
              tutur Erik

              Berdasarkan video amatir warga yang sempat merekam perbincangan dengan korban. Alasan
              kuat  calon  TKW  kabur  karena  diperlakukan  tidak  manusiawi.  Selain  sering  disiksa,  mereka
              disebut tidak memiliki waktu libur, dihukum dan dieksploitasi. Bahkan, ada calon TKW meninggal
              dunia tetapi semuanya diminta bungkam.

              "Sudah  nggak  kuat.  Kita  disiksa,  disuruh  sekolah,  disuruh  kerja.  Malam  lebaran  ada  yang
              meninggal dunia. Kita disuruh diam, kalau ngomong-ngomong kita akan dihukum. HP kita disita
              (waktu itu). PT nya bukan PT resmi, sering didatangi polisi. Tapi kami tidak dibolehin turun, tidak
              dibolehin ribut," tutur calon TKW yang terjatuh dalam video amatir warga.















                                                           299
   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305