Page 383 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 383
Ringkasan
Lima orang calon tenaga kerja wanita (TKW) nekat melompat dari gedung setinggi 15 meter di
Malang, Jawa Timur. Akibatnya dua orang mengalami patah tulang dan satu lainnya mengalami
luka ringan.
LIMA CALON TKW NEKAT LONCAT DARI GEDUNG 15 METER, MENGAKU KERAP
DISIKSA DAN DIMINTA TUTUP MULUT
Lima orang calon tenaga kerja wanita (TKW) nekat melompat dari gedung setinggi 15 meter di
Malang, Jawa Timur. Akibatnya dua orang mengalami patah tulang dan satu lainnya mengalami
luka ringan. TKW yang terluka bisa diselamatkan oleh warga sekitar.
Dilansir Surya.co,id, lima TKW tersebut berusaha kabur dari gedung balai PT Central Karya
Semesta (CKS). Menurut pengakuan salah seorang korban para TKW kerap disiksa. Bahkan
ketika ada rekan mereka yang meninggal dan didatangi polisi, para TKW ini juga dipaksa untuk
diam.
Karena jika mereka nekat berbicara mereka akan dihukum. Tak hanya itu, handphone milik para
TKW juga ikut disita. Korban juga menuturkan jika PT yang menaunginya ini bukan merupakan
PT resmi.
"Kita disiksa, PT-nya bukan PT resmi, tiap hari didatengin polisi tapi kita enggak dikasih turun,
kita enggak dikasih ribut." "Kita disuruh diam, kalau kita ngomong kita dihukum. HP kita disita,"
ungkap salah seorang korban, dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat
(11/6/2021).
Pengakuan Warga yang Menolong Masih dilansir Surya.co.id, seorang warga yang menolong
calon TKW yang patah tulang akibat terjatuh, Halimah (25), mengaku sempat menanyai mereka.
Menurut Halimah, mereka merasa tersiksa di balai latihan kerja tersebut. Bahkan, keterangan
dari mereka yang terjatuh menyatakan, mayoritas para calon TKW ingin kabur dari balai
tersebut.
Adapun lokasi Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT CKS terletak di Jalan Rajasa, Kecamatan
Kedungkandang, Kota Malang.
Lima calon TKW tersebut kabur secara heroik pada Rabu (9/6/2021) pukul 19.00 WIB.
"Menurut penuturan salah satu korban yang kami tolong, korban kabur karena tertekan dengan
sistem pelatihan PT CKS." "Selain itu korban juga mengaku, jam istirahatnya sedikit dan tidak
diperbolehkan memegang HP sama sekali," ujar Halimah yang mengaku sempat menolong salah
satu calon TKW yang kabur, Kamis (10/6/2021).
"Korban yang kami tolong itu juga mengaku, bahwa semua calon TKW yang ada di PT CKS ingin
keluar semua." "Bahkan menurut penuturan korban, ada salah satu calon TKW yang meninggal
dunia." "Namun, korban dan teman-temannya disuruh diam. Kalau ngomong, maka akan
dihukum," pungkasnya.
Masih Diselidiki Polisi Hingga kini, kasus kaburnya para TKW ini masih diselidiki oleh polisi.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo, mengatakan pihaknya
sempat melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
382

