Page 392 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 392

KECAM RENCANA PAJAK SEMBAKO, BURUH: INI SIFAT PENJAJAH!

              Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  mengecam  keras  rencana
              pemerintah yang akan mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan
              pokok rakyat atau sembako. Ia menyebut rencana itu merupakan cara kolonialisme.

              "Berkenaan  dengan  rencana  pemerintah,  Menteri  Keuangan  yang  akan  memberlakukan  tax
              amnesty jilid II dan PPN akan dinaikkan termasuk pemberlakuan praja pertama nilai PPN untuk
              sembako,  kami  mengecam  keras.  Memberlakukan  tax  amnesty  jilid  II  dan  menaikkan  PPN
              khususnya PPN sembako adalah cara-cara kolonialisme," tegasnya konferensi pers secara virtual,
              dikutip Jumat (11/6/2021).

              Said menayangkan rencana Menteri Keuangan, sebab mempengaruhi harga kebutuhan pangan
              rakyat. Sementara, pemerintah malah memberikan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah
              (PPnBM) untuk produsen mobil.

              "Yang dilakukan oleh Menteri Keuangan ini adalah sifat penjajah. Orang kaya diberi relaksasi
              pajak termasuk produsen mobil PPnBM dalam kapasitas mobil tertentu sampai 0% tapi rakyat
              untuk  makan  yang  kita kenal  sembako  direncanakan  dikenai  pajak.  Itu bersifat  kolonialisme
              penjajah, tanda petik," jelasnya.

              Selain itu, Said meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menghentikan pemberlakuan tax
              amnesty  pajak  jilid  II.  Sebab  orang  kaya  akan  kembali  menikmati  pengampunan  pajak  dari
              pemerintah.

              "Stop retorika Menteri Keuangan pemberlakuan tax amnesty jilid II!" ujarnya.

              Ia berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga menolak keras rencana PPN sembako dan tax
              amnesty jilid II. Said meminta agar DPR jangan menjadi wakil kekuasaan tetapi menjadi wakil
              rakyat.

              "Kami minta DPR menolak keras. Jadilah wakil rakyat jangan jadi sekedar wakil kekuasaan. Anda
              dipilih  untuk  menjadi  wakil  rakyat  bukan  wakil  kekuasaan.  Keterlaluan  kalau  sampai
              mengesahkan tax amnesty jilid II dan menaikkan PPN untuk sembako," tuturnya.

              Said mengatakan akan menjadi garda terdepan untuk membela rakyat. Dia mengancam akan
              menempuh  jalur  hukum  dan  akan  menggelar  aksi  besar-besaran  jika  PPN  sembako  dan  tax
              amnesty jilid II diberlakukan.
              "Kami akan tempuh jalur hukum uji materi kalo itu disahkan oleh DPR di Mahkamah Konstitusi.
              Kami akan melakukan aksi gerakan digabungkan dengan isu omnibus law," ungkapnya.






















                                                           391
   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397