Page 396 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 396

Said  menegaskan,  kaum  buruh  akan  menjadi  garda  terdepan  melakukan  perlawanan  jika
              rencana menaikkan PPN sembako ini tetap dilanjutkan.
              Perlawanan bisa berupa aksi di jalanan maupun mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

              Pasalnya,  kenaikan  PPN  membuat  harga  sembako  melambung.  Hal  ini  akan  merugikan
              masyarakat, terutama buruh, karena harga barang menjadi mahal.

              "Sudahlah kaum buruh terjadi PHK di mana-mana, kenaikan upahnya dikurangi dengan omnibus
              law,  nilai  pesangon yang  lebih  kecil  dari  peraturan  sebelumnya,  dan  pembayaran  THR yang
              masih banyak dicicil, sekarang dibebani lagi dengan harga barang yang melambung tinggi akibat
              kenaikan PPN," tutur Said.

              Terima kasih telah membaca Kompas.com.

              Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

              Daftarkan email Said merasa, kebijakan pajak orang kaya yang diturunkan sementara sembako
              dikenakan pajak sangat tidak adil.

              Para pengusaha termasuk produsen mobil untuk beberapa jenis tertentu diberi Pengenaan pajak
              penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 0 persen.

              "Tetapi untuk rakyat kecil, sekedar untuk makan saja, sembako dikenakan kenaikan pajak. Sekali
              lagi,  ini  sifat  kolonialisme.  Penjajah!.  Jika  itu  dipaksakan,  KSPI  akan  kembali  menggugat  ke
              Mahkamah  Konstitusi  dan  melakukan  aksi  penolakan  bersamaan  penolakan  omnibus  law,"
              tegasnya.

              Sebelumnya  diberitakan,  pemerintah  berencana  mengenakan  pajak  untuk  bahan
              pokok/sembako dan jasa-jasa lain termasuk sekolah.

              Rencana ini tertuang dalam Revisi UU Kelima Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum
              dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

              Mengutip  draft  RUU,  sembako  yang  dikenakan  PPN  adalah  beras  dan  gabah,  jagung,  sagu,
              kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-
              bumbuan, dan gula konsumsi.

              Selain  sembako,  RUU  KUP  juga  menghapus  beberapa  barang  hasil  tambang  maupun  hasil
              pengeboran yang semula tak dikenai PPN.

              Namun, hasil tambang itu tak termasuk hasil tambang batubara.

              Kemudian, pemerintah juga menambah objek jasa baru yang akan dikenai PPN, antara lain jasa
              pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan perangko, jasa
              keuangan dan jasa asuransi.

              Lalu, jasa pendidikan, jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, jasa angkutan umum di darat dan
              di air, jasa angkutan udara dalam dan luar negeri, jasa tenaga kerja, jasa telepon umum dengan
              menggunakan uang logam, serta jasa pengiriman uang dengan wesel pos.









                                                           395
   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401