Page 420 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 420
Judul Sejumlah aturan JKP mendiskrimasi pekerja perempuan
Nama Media lokadata.id
Newstrend Angkatan Kerja Perempuan
Halaman/URL https://lokadata.id/artikel/sejumlah-aturan-jkp-mendiskrimasi-pekerja-
perempuan
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-06-11 08:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.
Data BPS menunjukkan dalam kurun waktu 2017-2019, TPAK perempuan meningkat dari 38,66
persen pada 2017 menjadi 45,74 persen di 2019. Dengan kenaikan tersebut, proporsi pekerja
perempuan di sektor informal semakin besar dan melebihi pekerja perempuan yang bekerja di
sektor formal.
SEJUMLAH ATURAN JKP MENDISKRIMASI PEKERJA PEREMPUAN
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.
Data BPS menunjukkan dalam kurun waktu 2017-2019, TPAK perempuan meningkat dari 38,66
persen pada 2017 menjadi 45,74 persen di 2019.
Dengan kenaikan tersebut, proporsi pekerja perempuan di sektor informal semakin besar dan
melebihi pekerja perempuan yang bekerja di sektor formal.
Tingginya pekerja perempuan di sektor informal, mengindikasikan bahwa pekerja perempuan
memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan dunia usaha.
Perwakilan pekerja/ buruh perempuan dari Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit/ Serikat
Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI), Lasmaria Sihite mengatakan, seharusnya pekerja
perempuan mendapatkan perhatian dan perlindungan yang pantas dari negara, baik melindungi
hak-hak pekerja perempuan, perlindungan dari praktik diskriminasi, kekerasan di tempat kerja,
hingga memperoleh jaminan sosial, termasuk program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Sudah seharusnya pekerja atau buruh perempuan mendapatkan perlindungan di tempat mereka
bekerja. Semenjak saya menjadi ketua komite pemberdayaan perempuan (KPP) Banten, laporan
tingkat pelecehan, kekerasan, tidak menghargai pekerja/buruh perempuan di tempat bekerja,
lambat laun sudah membaik," kata Lasmaria kepada Lokadata, Rabu (2/6/2021).
419

