Page 421 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 421

Hasil penelitian Trade Union Rights Center (TURC) --Pusat Studi dan Advokasi Perburuhan--,
              menemukan bahwa persoalan lain bisa timbul setelah diberlakukannya JKP. Hal itu berkaitan
              dengan pekerja perempuan, yakni kemungkinan terjadinya moral hazard (pelecehan) terhadap
              pekerja perempuan.

              Hal  tersebut  disebabkan  oleh  PP  JKP  nomor  37  tahun  2021  yang  memberikan  pengecualian
              pemberian manfaat JKP yang tidak diberikan kepada pekerja atau buruh yang mengalami PHK
              karena alasan mengundurkan diri, cacat total tetap, pensiun, dan meninggal dunia.

              Ketentuan  tersebut  dinilai  diskriminatif  terhadap  pekerja  perempuan  yang  "terpaksa"
              mengundurkan diri yang disebabkan oleh situasi, seperti alasan menikah atau ikut suami pindah
              kerja ke luar kota. Jika alasan seperti itu membuat pekerja perempuan harus kehilangan haknya
              untuk memperoleh manfaat JKP, hal tersebut menjadi tidak adil.

              "Aturan ini jelas merugikan dan diskriminatif terhadap pekerja perempuan yang mengundurkan
              diri dengan alasan yang bukan berasal dari dirinya sendiri. Ketika pekerja perempuan membayar
              iuran JKP dan mereka dipaksa mengundurkan diri sehingga tidak bisa mendapatkan manfaat
              JKP, pemerintah harus menjelaskan ke mana iuran tersebut," lanjut Lasmaria.

              Meski pihak FSP TSK SPSI telah menyuarakan keberatan terhadap sejumlah aturan di dalam
              program JKP dan belum membuahkan hasil, Lasmaria berharap pemerintah bisa meninjau ulang
              PP JKP agar lebih memihak terhadap pekerja atau buruh terutama pekerja perempuan yang
              terkena PHK.

              "Perlakukan buruh terutama pekerja perempuan dengan layak. Apa efeknya dan bagaimana ke
              depan bagi buruh ini. Kalau buruh ini tidak ada, penghasilan pemerintah dan negara pun akan
              terganggu. Jadi coba ditinjau ulang lagi," tutup Lasmaria.









































                                                           420
   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425   426