Page 201 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 201

mempercepat penanganan laporan THR," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di kantor
              Kemnaker, Jakarta, Minggu (25/4).
              Menaker  Ida  menyatakan,  setiap  laporan  yang  masuk  langsung  ditindaklanjuti  oleh  tim
              penanganan dari Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI
              dan  Jamsos)  serta  Ditjen  Pembinaan  Pengawasan  Ketenagakerjaan  dan  Keselamatan  dan
              Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemenaker.

              Jadi pekerja/buruh, manajeman perusahaan ataupun masyarakat umum yang butuh informasi,
              konsultasi, atau punya masalah terkait THR langsung saja datang ke PTSA dengan menerapkan
              protokol kesehatan.

              "Bisa juga melalui pengaduan online bantuan.kemnaker.go.id dan call center 1500 630. Yang
              pasti, setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti," kata Ida.

              Ida mengatakan, Posko THR Keagamaan 2021 tidak hanya dibentuk di pusat, tetapi juga di
              daerah  baik  di  tingkat  provinsi,  maupun  kabupaten/kota.  Pendirian  Posko  THR  di  pusat  dan
              daerah ini dilakukan agar pelaksanaan koordinasi menjadi lebih efektif.

              Ia  berharap,  Posko  THR  2021  dapat  berjalan  dengan  tertib  dan  efektif  dalam  memberikan
              pelayanan sesuai mekanisme dan ketentuan perundangan, serta menjadi solusi yang diharapkan
              dapat memuaskan para pihak, yaitu pekerja/buruh dan pengusaha.

              Dalam pelaksanaannya, Posko THR 2021 ini juga melibatkan tim pemantau dari unsur serikat
              pekerja/serikat  buruh  (SP/SB)  dan  dari  unsur  organisasi  pengusaha  yang  duduk  dalam
              keanggotaan Dewan Pengupahan Nasional.

              Tim pemantau ini bertugas memantau jalannya Posko THR 2021, sekaligus memberikan saran
              dan masukan kepada Tim Posko mengenai pelaksanaan tugas Posko THR 2021.
              (Knu).







































                                                           200
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206