Page 248 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 248

LA NYALLA IMBAU BURUH JATIM MANFAATKAN POSKO PEMPROV BILA TAK DAPAT
              THR
              Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) membentuk posko pengaduan tunjangan
              hari hari raya (THR). Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengimbau para buruh dan
              pekerja  di  Jatim  untuk  memanfaatkan  posko  tersebut  apabila  tidak  mendapatkan  THR  dari
              tempatnya bekerja.

              Senator asal Jawa Timur ini menjelaskan, posko pengaduan THR yang dibuat Pemprov tersebar
              di 38 kabupaten/kota, 16 balai latihan kerja (BLK), dan Kantor Dinas Tenaga Kerja Jatim.

              "Posko pengaduan THR yang diluncurkan Pemprov Jatim dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
              oleh para buruh dan pekerja ataupun karyawan apabila THR terkendala. Segera mengadu ke
              posko-posko  tersebut  apabila  ada  masalah  untuk  mendapatkan  THR,"  ungkap  La  Nyalla  di
              Surabaya di sela reses di Jatim, Sabtu (24/4/2021).

              Mantan Ketua Umum PSSI ini juga memuji Pemprov Jatim yang membuat inisiasi membentuk
              posko pengaduan THR. Menurutnya, posko pengaduan tersebut merupakan komitmen Pemprov
              Jatim untuk membantu buruh maupun pekerja yang kesulitan dalam hal pencairan THR.

              "Pelayanan publik ini tentunya merupakan inovasi layanan yang diberikan pemerintah provinsi
              agar bisa segera merespons masalah-masalah yang terjadi menjelang hari raya Idul Fitri yang
              dialami buruh, pekerja atau karyawan," ujarnya.

              Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengakui permasalahan THR jelang hari raya
              memang sangat sensitif. Apalagi di masa pandemi virus Corona (Covid-19). Oleh karena itu,
              langkah Pemprov Jatim patut diancungi jempol.

              "Apresiasi kami sampaikan kepada pemerintah Jatim yang merespons cepat masalah yang krusial
              seperti THR. Ini perlu juga dicontoh oleh daerah lain," katanya.

              La  Nyalla  pun  memastikan  akan  terus  mengawal  hingga  pelaksanaan  pembayaran  THR
              diselesaikan oleh pihak perusahaan kepada para buruh dan karyawan. Ia mengingatkan, THR
              harus  diberikan  karena  merupakan  kewajiban  perusahaan  memenuhi  kesejahteraan  para
              pekerjanya.

              "Pemerintah sudah mewajibkan pembayaran THR tahun 2021 harus diberikan paling lambat 7
              hari  sebelum  Idul  Fitri. Perusahaan  harus  memenuhinya  dan  saya  siap  mengawal  agar  para
              pengusaha membayar kewajibannya," tegas Alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

              Pengusaha  yang  merintis  usahanya  dari  bawah  itu  mengingatkan,  kewajiban  perusahaan
              membayar THR ini sesuai dengan PP nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan.

              La  Nyalla  juga  mengatakan,  aturan  THR  juga  merupakan  amanat  dari  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  nomor  6  tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              "Jadi  jangan  main-main  karena  sudah  merupakan  aturan  rigid  yang  telah  dibahas  bersama,
              termasuk dengan pengusaha dan serikat buruh serta pekerja," pungkasnya.










                                                           247
   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253