Page 254 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 254

WAJIB BERIKAN THR H-7 LEBARAN

              Tunjangan Hari Raya atau THR menjadi momen yang dinantikan para karyawan atau pekerja.
              Pemberian  THR  itu  sekaligus  menjadi  kewajiban  bagi  semua  perusahaan,  tak  terkecuali
              perusahaan di Jember.

              Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Bambang Edy Santoso melalui Kabid Hubungan
              Industrial,  Syarat  Kerja,  dan  Jaminan  Sosial  Pekerja  Disnaker  Jember,  Lily  Rismawati
              menjelaskan, pemberian THR itu menjadi kewajiban setiap perusahaan.

              Menurut  dia,  hal  itu  sebagaimana  yang  telah  diamanatkan  dalam  Surat  Edaran  (SE)
              Ketenagakerjaan  tertanggal  16  April  2021  dan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021
              tentang pemberian THR.

              "Aturannya tetap, jadi THR wajib diberikan perusahaan terhadap pekerjanya," jelasnya.
              Meskipun  di  tengah  kondisi  masih  pandemi,  lanjut  dia,  hal  itu  tidak  mengurangi  kewajiban
              perusahaan  memberikan  THR.  Misalnya,  ada  perusahaan  yang  mengalami  penurunan
              pendapatan, maka hal itu perlu dimusyawarahkan. "Kita kedepankan dialog, antara perusahaan
              dengan  karyawan  untuk  mencari  solusinya.  Tapi  tetap  dilakukan  sesuai  aturan  yang  ada,"
              imbuhnya.

              Ia menjelaskan, pemberian THR itu diberikan ke karyawan, baik yang statusnya tetap ataupun
              kontrak. Sehingga perusahaan tetap bisa menjalankan kewajibannya, sementara karyawan tetap
              menerima haknya.

              Sementara terkait masa pemberian THR itu, kata Lily, paling lambat tujuh hari (H-7) sebelum
              lebaran. "THR diberikan H-7 lebaran. Lebih cepat dari itu, H-8 atau H-10 lebaran justru lebih baik
              Kita sangat mengapreasiasi," terangnya.
              Ia  juga  menegaskan,  jika  sampai  batas  waktu  perusahaan  belum  memberikan  THR,  maka
              perusahaan  bersangkutan  akan  diberikan  sanksi  berupa  denda  5  persen  dari  tunjangan
              karyawannya. "Akan diberikan sanksi administrasi dan sanksi denda 5 persen dari upah THR
              keagamaan, tanpa menghilangkan kewajiban perusahaan membayarkan THR," jelasnya.

              Pihaknya  sendiri  selama  ini  telah  menginstruksikan  ke  semua  perusahaan  di  Jember  terkait
              rencana  kewajiban  perusahaan  agar  memberikan  THR  tersebut.  "Kita  juga  membuka  posko
              aduan untuk menjembatani hak pekerja yang telat mendapatkan THR atau tidak terbayarkan,"
              pungkasnya. (mau)


























                                                           253
   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259