Page 338 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 338

PEMERINTAH BUKA POSKO PENGADUAN THR, INI TEMPATNYA

              Dinas  Tenaga  Kerja  (Disnaker)  Kabupaten  Minahasa,  membuka  posko  pengaduan  terkait
              pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dalam dalam perayaan keagamaan Idul Fitri tahun 2021
              ini.

              Selain  sebagai  tempat  pengaduan,  posko  itu  juga  guna  memantau  pembayaran  THR  oleh
              perusahaan di wilayah Kabupaten Minahasa terhadap karyawannya yang merayakan Idul Fitri.
              Posko  dibuka  pada  Kantor  Disnaker  Kabupaten  Minahasa,  tepatnya  di  Kelurahan  Wulauan,
              Kecamatan Tondano Utara.

              Kepala Disnaker Minahasa Arodi Tangkere menegaskan pemberian THR terhadap karyawan yang
              merayakan hari raya keagamaan merupakan kewajiban dari perusahaan. Bahkan dikatakannya
              kini  Menteri  Tenaga  Kerja  (Menaker)  telah  mengeluarkan  Surat  Edaran  nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan tahun 2021 bagi Pekerja
              / Buruh di Perusahaan.
              Sehingga  menurutnya  Posko  yang  dibuka  pihaknya  guna  mengantisipasi  jika  terjadinya
              pelanggaran oleh pembayaran THR oleh pihak perusahaan bagi pekerjanya.

              "Pembayarannya  harus  dilakukan  paling  lambat  Tujuh  hari  sebelum  Hari  Raya.  Tidak  boleh
              melewati batas itu, karena akan ada sanksi jika demikian dan itu adalah hak karyawan," tegas
              Tangkere, Jumat (23/4).

              Dijelaskannya bahwa untuk sanksi jika terlambat membayar yakni sebesar Lima persen dari total
              yang harus dibayarkan. Sanksi itu diberikan pengusaha kepada karyawan penerima. Karena hal
              itu jelas diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Selain itu bisa saja dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan
              usaha,  penghentian  sementara  sebagian  atau  seluruh  alat  produksi.  Bahkan  bisa  berakhir
              dengan tindakan pembekuan kegiatan usaha dari pengusaha.

              "Bukan saja yang terlambat, tapi berlaku bagi yang tak membayarkan THR kepada karyawannya.
              Apalagi  yang  sudah  berhak  diberikan  karena  masa  kerjanya  sudah  Satu  bulan  secara  terus
              menerus  atau  lebih  serta  memiliki  hubungan  kerja.  Dimana  hubungan  kerja  itu  berdasarkan
              perjanjian kerja, baik dengan waktu tertentu maupun tidak tertentu," tambah Tangkere.

              Sedangkan  terkait  berapa  besaran  THR  yang  harus  dibayarkan  perusahaan  atau  pengusaha
              kepada karyawannya itu bervariasi berdasarkan aturan. Dimana yang sudah memiliki masa kerja
              12  bulan  secara  terus-menerus  atau  lebih,  harus  menerima  THR  sama  dengan  Satu  bulan
              upahnya. Sementara yang masa kerja Satu bulan secara terus-menerus, namun kurang dari 12
              bulan diberikan secara proporsional sesuai dengan penghitungan. "Perhitungannya yakni masa
              kerja dibagi 12, dikali dengan upah Satu bulan," jelasnya.

              Untuk  karyawan  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  hitungan,  upah  1  bulan
              hitungannya  berbeda.  Yakni  masa  kerja  12  bulan  atau  lebih,  upah  Satu  bulannya  dihitung
              berdasarkan rata-rata yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
              Sedangkan yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah Satu bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
              "Jika ada yang mendapat THR jumlah dan waktu pemberian tak sesuai aturan silahkan lapor.
              Apalagi yang tidak memberikan sama sekali," pungkas Tangkere yang mengaku optimis jika para
              pengusaha akan melakukan pembayaran kewajibannya sesuai aturan.(Lerby/Grand).




                                                           337
   333   334   335   336   337   338   339   340   341   342   343