Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 50

Ida memastikan, setiap laporan yang masuk ke posko melalui PTSA, callcenter, maupun secara
              online akan langsung ditindaklanjuti oleh tim penanganan. Baik dari Ditjen Pembinaan Hubungan
              Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja  (PHI  dan  Jamsos)  maupun  Ditjen  Pembinaan
              Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker.

              "Kita  juga  berkoordinasi  dengan  dinas-dinas  tenaga  kerja  untuk  mempercepat  penanganan
              laporan THR" ujarnya di Jakarta, kemarin (25/4).

              Karenanya, Ida mendorong pekerja/buruh, manajemen perusahaan, maupun masyarakat umum
              yang butuh informasi, konsultasi, atau punya masalah terkait THR bisa langsung mengadu ke
              posko. Tidak hanya di pusat, Posko THR Keagamaan 2021 ini juga ada di daerah, baik di tingkat
              provinsi, maupun kabupaten/kota.

              Dalam pelaksanaannya, lanjut Ida, Posko THR 2021 ini juga melibatkan tim pemantau dari unsur
              serikat pekerja/ serikat buruh (SP/SB) dan organisasi pengusaha yang duduk dalam keanggotaan
              Dewan Pengupahan Nasional. Tim pemantau ini bertugas memantau jalannya Posko THR 2021,
              sekaligus memberikan saran dan masukan kepada tim posko mengenai pelaksanaan tugas Posko
              THR 2021.

              Dalam  kesempatan  yang  sama,  Dirjen  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial
              Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengingatkan bahwa pekerja
              dengan status outsourcing (alih daya), kontrak, ataupun pekerja tetap berhak menerima THR
              keagamaan.  Pembayaran  THR  keagamaan  ini  sesuai  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/6/
              HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan 2021 bagi Pekerja/ Buruh di
              Perusahaan. Pada prinsipnya, mewajibkan pengusaha untuk memberi THR keagamaan secara
              penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.

              Putri  menjelaskan,  ada  tiga  jenis  pekerja/buruh  yang  berhak  memperoleh  THR  keagamaan.
              Pertama, pekerja/ buruh perjanjian kerja waktu tertentu (PKVVT) atau perjanjian kerja waktu
              tidak tertentu (PKWTT) yang memiliki masa kerja satu bulan secara menerus atau lebih. Kedua,
              pekerja/ buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha terhitung sejakH-30
              hari sebelum hari raya keagamaan. Terakhri, pekerja/ buruh yang dipindahkan ke perusahaan
              lain dengan masa kerja berlanjut, apabila dari perusahaan lama belum mendapatkan THR.

              "Dalam  pembayaran  THR  tidak  ada  perbedaan  status  kerja,  outsourcing  maupun  kontrak,
              asalkan telah bekerja selama satu bulan atau lebih dan masih memiliki hubungan kerja," papar
              Putri.

              Besarannya, satu bulan upah untuk pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara
              terus-menerus atau lebih. Kemudian, bagi pekerja/buruh yang masa kerjanya satu bulan secara
              terus-menerus sampai dengan kurang dari 12 bulan, berhak mendapat THR yang dihitung secara
              proporsional sesuai masa kerjanya.

              Penghitungan upah sebulan merupakan upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih
              atau  upah  pokok  termasuk  tunjangan  tetap.  Dalam  hal  upah  terdiri  dari  upah  pokok  dan
              tunjangan tidak tetap, maka perhitungan THR dihitung berdasarkan upah pokok.

              Menurutnya,  dari  perhitungan  ini,  tidak  menutup  kemungkinan  perusahaan  juga  dapat
              memberikan THR yang nilainya lebih besar dari peraturan perundang-undangan. Hal tersebut
              terlebih dahulu ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja
              bersama.

              Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, lanjut Putri, upah satu
              bulan dihitung dari rata-rata upah yang diterima per bulannya, (mia)


                                                           49
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55