Page 511 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 511
BLT SUBSIDI GAJI CAIR TUNGGU TANDA TANGAN SRI MULYANI
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan akan mengajukan dana sisa BLT subsidi gaji tahun
2020 ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Nantinya, setelah mendapatkan persetujuan dari
Menteri Keuangan Sri Mulyani akan segera dicairkan kepada para pekerja yang belum menerima
BLT subsidi gaji pada tahun lalu.
"Terkait dengan sisa BSU/BLT yang belum tersalurkan, Kemnaker berupaya untuk mengusulkan
kepada Kemenkeu agar dapat disalurkan kembali di tahun ini. Tentu hal ini harus mendapat
persetujuan Kemenkeu dan sesuai dengan regulasi keuangan Negara," kata Direktur
Kelembagaan Kerja sama Hubungan Industrial (KKHI) Kemnaker, Aswansyah dalam keterangan
tertulis, Jumat (23/4/2021).
Dia menyebut, setelah mendapatkan persetujuan dari Kemenkeu, pihaknya akan berkoordinasi
dengan BPJS Ketenagakerjaan.
"Apabila usulan tersebut disetujui, Kemnaker bersama BPJS Ketenagakerjaan akan berkoordinasi
menuntaskan penyaluran BSU bagi para penerima BSU yang sudah terdaftar namun memang
belum menerima BSU akibat berbagai sebab," ujarnya.
Dia menjelaskan, pengajuan ini dilakukan karena tahapan rekonsiliasi data penyaluran BSU 2020
bersama dengan Bank Penyalur telah selesai.
"Realisasi penyaluran BSU hasil rekonsiliasi sebesar 98,89 persen. Alhamdulillah hasil rekonsiliasi
ini dapat dicapai berkat dorongan, dukungan, dan bimbingan tim BPK RI selama proses
pemeriksaan laporan keuangan Kemnaker," kata dia.
"Terakhir, saya tekankan sekali lagi, ini bukan merupakan program BSU 2021, namun hanya
melanjutkan sisa BSU 2020 yang belum tersalurkan jika memang mendapat persetujuan
Kemenkeu," tegasnya.
Seperti diketahui, target penerimaan BLT gaji tahun 2020 sendiri sebanyak 12.403.896 orang
dengan anggaran sebesar Rp29.769.350.400.000.
Namun, hingga 31 Desember 2020, anggaran itu baru terealisasi sebesar Rp29.416.358.400.000
atau 98,81%. Artinya, dana sisa yang dikembalikan ke kas negara sebesar Rp352.992.000.000.
Sebagai informasi, berikut beberapa syarat untuk menerima bantuan subsidi gaji/upah:
Pertama, penerima subsidi harus mereka yang terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Tentunya harus dibuktikan dengan NIK.
Kedua, yang berhak mendapatkan subsidi tersebut ialah pekerja atau buruh penerima gaji atau
upah.
Ketiga, terdaftar sebagai penerima aktif progrgam Jamsos BPJS Ketenagakerjaan. Dibuktikan
dengan nomor kartu kepesertaan.
Keempat, kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020.
Kelima, peserta aktif program Jamsos Ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran
iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp5.000.000 (Lima Juta Rupiah). Sesuai dengan
upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.
Keenam, memiliki rekening bank aktif.
510

