Page 506 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 506

THR 2021 CAIR MAKSIMAL AWAL MEI, INI BESARAN DAN ATURAN LENGKAPNYA

              SURABAYA, -- Tunjangan Hari Raya atau THR 2021 buruh / pekerja, maupun karyawan swasta
              bisa cair bulan April 2021 dan maksimal H-7 Lebaran atau Idulfitri. Jika merujuk pada penentuan
              Idulfitri yang ditetapkan Muhammadiyah, yakni 13 Mei 2021, maka THR 2021 karyawan swasta
              maksimal cair atau dibayarkan tanggal 6 Mei.

              Perusahaan wajib memberikan THR 2021 buruh / pekerja, termasuk karyawan swasta sesuai
              dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi
              Pekerja / Buruh di Perusahaan.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menerbitkan  Surat  Edaran  tentang  Pelaksanaan
              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja / Buruh di Perusahaan
              pada 12 April 2021. Dalam SE tersebut disebutkan THR 2021 buruh / pekerja cair maksimal atau
              paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.
              Menaker  Ida  Fauziyah  mengatakan,  bahwa  pemberian  THR  bagi  pekerja/buruh  merupakan
              upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya
              keagamaan. Maka pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan
              oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.
              "Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya, Senin (12/4/2021).

              Menaker  meminta  perusahaan  agar  waktu  pembayaran  THR  dilakukan  paling  lama  7  hari
              sebelum hari raya.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," sambungnya.

              Selanjutnya, dalam SE juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-
              19 dan berakibat tidak mampu membayar THR tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan dalam
              peraturan  perundang-undangan,  Menaker  meminta  gubernur  dan  bupati/wali  kota  agar
              memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog  dengan  pekerja/buruh
              untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," ujarnya.

              Kesepakatan  mengenai  waktu  pembayaran  THR  tersebut  harus  dipastikan  tidak  sampai
              menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR tahun 2021 kepada pekerja/buruh
              dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              "Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
              kesepakatan  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              ketenagakerjaan setempat," katanya.

              Bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi  Covid-19  dan  berakibat  tidak  mampu
              memberikan  THR  Keagamaan  tahun  2021  sesuai  waktu  yang  ditentukan  dalam  peraturan
              perundang-undangan, Gubernur dan Bupati/Walikota diminta untuk mengambil langkah-langkah
              sebagai berikut: Itulah Jadwal Pencairan THR 2021 karyawan swasta dan besaran THR yang
              didapatnya.




                                                           505
   501   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511