Page 521 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 521

Ringkasan

              Pemerintah Pusat telah mengeluarkan surat edaran terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya
              (THT) bagi karyawan perusahaan. Dalam surat tersebut, terdapat aturan dimana perusahaan
              akan dikenakan denda jika terlambat memberikan THR. Direktur Pengupahan pada Ditjen PHI
              Kemenaker, Dinar Titus Jogaswitani mengatakan, tahun ini, pemerintah sudah mengeluarkan
              Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR.



              KEMENAKER: PERUSAHAAN HARUS BAYAR THR PEGAWAI 7 HARI SEBELUM
              LEBARAN

              Pemerintah Pusat telah mengeluarkan surat edaran terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya
              (THT) bagi karyawan perusahaan. Dalam surat tersebut, terdapat aturan dimana perusahaan
              akan dikenakan denda jika terlambat memberikan THR.

              Direktur Pengupahan pada Ditjen PHI Kemenaker, Dinar Titus Jogaswitani mengatakan, tahun
              ini, pemerintah sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan
              Pemberian THR.

              "Prinsipnya kami dari pemerintah menekankan agar perusahaan membayar THR untuk buruh,
              sesuai dengan haknya, tujuh hari sebelum lebaran," ujar Dinar pada giat Webinar yang digelar
              Kemenkominfo  dan  Komite  Penanganan  Covid  19  dan  Pemulihan  Ekonomi  Nasional,  Jumat
              (23/4).

              "Jika telat, ada sanksi denda 5 persen dari nilai THR," imbuhnya.

              Dinar mengungkapkan, terdapat sejumlah posko yang telah disiapkan untuk menampung aduan
              keterlambatan pembayaran THR.

              "Di tiap daerah ada posko pengaduan yang ada di tiap pemerintah daerahnya masing-masing,"
              kata Dinar.

              Di  tempat  yang  berbeda,  Perencana  Keuangan  dari  Mitra  Rencana  Edukasi,  Mike  Sutikno
              mengatakan, terdapat salah kaprah yang terjadi dalam masyarakat dimana menganggap THR
              merupakan 'uang segar'. Menurutnya, THR itu bukan semata-mata uang tambahan.
              "THR itu bukan uang nganggur yang bisa digunakan sesuka hati. THR diperlukan sebagai gaji
              ke-13 untuk memenuhi keuangan prioritas dan kebutuhan hari raya," ucap Mike, dalam webinar
              Cerdas Mengelola THR, Rabu (21/4).

              Selama  ini,  kata  Mieke,  masyarakat  menggunakan  THR  hingga  habis  bahkan  defisit  karena
              dibelanjakan berbagai barang yang diinginkan.

              "Belanja  baju  karena  banyak  diskon,  belanja  kue  dan  sebagainya  karena  keinginan.  Ingat,
              gunakan  uang  THR  untuk  memenuhi  kebutuhan,  bukan  keinginan.  Karena  kalau  ngikuti
              keinginan, pasti THR habis, pasti defisit," ucap dia.


              Salah satu cara mengelola THR supaya lebih bermanfaat salah satunya mengidentifikasi prioritas
              keuangan dan memenuhi kegentingan.

              "Sisihkan dana THR untuk prioritas keuangan seperti menabung dana darurat, investasi jangka
              panjang. Kalau target untk prioritas keuangan ini belum terpenuhi, boleh dong untuk mengambil
              dari THR, bisa 10 - 30 persen," ucap Mike.




                                                           520
   516   517   518   519   520   521   522   523   524   525   526