Page 551 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 551

BEGINI ATURAN LENGKAP PENCAIRAN THR 2021, WAJIB DIBERIKAN PENGUSAHA

              Jakarta Pemerintah sudah menetapkan tentang ketentuan THR Lebaran atau Tunjangan Hari
              Raya.  Ini  tertuang  melalui  Surat  Edaran  (SE)  Kementerian  Ketenagakerjaan  bernomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              SE Pelaksanaan THR 2021 tersebut ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia. Isinya
              menegaskan jika pemberian THR merupakan kewajiban pengusaha yang harus dipenuhi.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

              Adanya  kepastian  soal  THR  Lebaran  2021  ini  diharapkan  bisa  memberikan  stimulus  bagi
              konsumsi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.
              "Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
              pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan. Secara khusus, dalam
              masa  pemulihan  ekonomi  ini,  THR  tentu  dapat  menstimulus  konsumsi  masyarakat  yang
              mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas Ida.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              Sementara bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus,
              tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa
              kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Adapun  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Sedangkan THR bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan,
              upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Dalam surat edaran tersebut, Menaker Ida menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan. Menaker Ida meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR
              Keagamaan dilakukan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," jelas Menaker Ida.

              Adapun dalam pelaksanaannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.
              THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
              pengusaha  berdasarkan  perjanjian  kerja  waktu  tidak  tertentu  atau  perjanjian  kerja  waktu
              tertentu.

              Selanjutnya, dalam SE juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-
              19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang
              ditentukan  dalam  peraturan  perundang-undangan,  Menaker  Ida  meminta  Gubernur  dan
              Bupati/Wali  kota  agar  memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog
              dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan
              dengan itikad baik.
                                                           550
   546   547   548   549   550   551   552   553   554   555   556