Page 547 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 547

BENTUK SATGAS PENGAWASAN THR

              Pemkab Lombok Tengah (Loteng) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)
              membentuk satgas dan membuka posko pengaduan untuk penyelesaian Tunjangan Hari Raya
              (THR), kemarin.

              Pembentukan satgas dan posko bertujuan, untuk memastikan para pekerja disemua perusahaan
              yang ada di wilayah Loteng untuk mendapatkan hak mereka menjelang hari raya mendatang.

              Sekretaris  Disnakertrans  Loteng,  Raden  Muliantoro  menyatakan,  pihakya  dari  dinas  sudah
              membentuk satgas dan sudah mulai membuka posko pengaduan untuk THR ini, Sehingga bagi
              kariawan yang tidak diberikan THR oleh perusahaan silakan datang untuk mengadu.

              "Kami sudah mendirikan posko sesuai dengan tahun sebelumnya. Dan sekarang tetap intens
              setiap  harinya  untuk  menerima  laporan  masyarakat,"ungkapnya  saat  melaksanakan  safari
              Ramdan terakhir di Kecamatan Praya, kemarin.

              Ia menegaskan, merujuk dengan SE Menteri Ketenagakerjaan terkait pembayaran THR yang
              telah ditentukan. Perusahaan harus melakukan pembayaran THR keagamaan paling lambat tujuh
              hari sebelum hari raya keagamaan. Itu sesuai dengan SE Kemenaker tanggal 12 April 2021.

              Oleh  karena  itu,  jika  mengalami  keterlambatan  makan  perusahaan  tersebut  akan  dikenakan
              sanksi.

              "Karena  jatuh  tempo  atau  paling  lambat  pembayaran  THR  itu  satu  minggu  atau  tujuh  hari
              sebelum lebaran, itu wajib perusahaan membayarkannya.

              Kalau terlambat, misalnya lima hari sebelum lebaran berarti ada sanksi yang diberikan kepada
              perusahaan, sanksi keterlambatan denda lima persen dari THR itu, perusahaan yang membayar
              ke karyawan,"tambahnya.

              Namun meski posko pengaduan itu sudah berjalan, namun hingga sekarang, ia mengaku sejauh
              ini  belum  menerima  adanya  pengaduan  dari  masyarakat  atau  karyawan  perusahaan  terkait
              permasalahan Tunjangan Hari Raya (THR).

              "Sampai dengan saat ini memang kita belum menerima adanya masyarakat yang datang untuk
              melapor permasalahan THR Kita berharap agar semuanya berjalan dengan baik dan perusahaan
              bisa mematuhi aturan yang ada untuk bagaimana memberikan hak kepada para karyawannya,
              "ungkap Raden Muliantoro.

              Diakuinya  bahwa  ke  depan  jika  ada  laporan  dari  masyarakat  atau  karyawan  di  sebuah
              perusahaan,  malai  pihaknya  akan  segera  menindaklanjuti  laporan  tersebut.  Setidaknya  bisa
              memediasi  antara  perusahaan  dan  karyawan  untuk  bagaimana  mencari  jalan  keluar  terkait
              permasalahan tersebut.

              "Kalau ada laporan yang masuk maka tentu akan kita pelajari dulu sebelum kita melakukan
              tindakan  yang  lebih  luas  nantinya,"tegasnya.  Ia  menjelaskan,  pihaknya  mendirikan  posko
              pengaduan THR tersebut sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada para pekerja yang ada
              di Daerah tersebut.

              Karena  jangan  sampai  nantinya  para  pekerja  sudah  melaksanakan  tugasnya  dengan  sangat
              maksimal. Namun tidak mendapatkan haknya yang sudah melakukan pengabdian. "Posko ini
              hampir  setiap  tahun  kita  dirikan  sebagai  wujud  kepedulian  pemerintah  untuk  memfasilitasi
              permasalahan yang ada.





                                                           546
   542   543   544   545   546   547   548   549   550   551   552