Page 347 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2021
P. 347

"Peserta yang (mendapat subsidi upah) adalah yang membayar iuran dengan iuran yang dihitung
              berdasarkan upah di bawah Rp 3,5 juta, sesuai dengan upah terakhir yang dilaporkan pemberi
              kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan," kata Ida dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

              Jika  pekerja  berada  di wilayah  dengan  UMK di  atas  Rp  3,5  juta,  maka  angka  UMK tersebut
              menjadi batas kriteria upah.

              Selain gaji di bawah Rp 3,5 juta, pekerja yang berhak mendapat BSU tahun ini adalah mereka
              yang berada di daerah pandemi Covid-19 kriteria level 4 sesuai Instruksi Mendagri.

              Penerima BSU juga merupakan pekerja di bidang industri barang konsumsi, perdagangan dan
              jasa, kecuali jasa pendidikan, kesehatan, transportasi, aneka industri properti, dan real estate.

              Data penerima BSU berasal dari BPJS Ketenagakerjaan dengan batas waktu pengambilan 30 Juni
              2021.
              Artinya, penerima BSU hanya mereka yang terdaftar dalam batas waktu tersebut.

              Ia berharap agar pekerja segera memberikan nomor rekening kepada BPJS Ketenagakerjaan.

              "Kita sudah punya pengalaman. Mudah-mudahan dengan subsidi membantu para pekerja di luar
              sektor kritikal untuk bisa bertahan dalam kondisi pembatasan aktifitas masyarakat," jelas Ida.

              Tahun lalu, BSU menyasar para pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

              Mereka yang masuk dalam kategori tersebut mendapatkan subsidi upah sebesar Rp 600.000
              selama empat bulan.

              Artinya, total bantuan yang didapatkan para pekerja adalah sebesar Rp 2,4 juta.

              Pada termin pertama penyaluran dengan rentang waktu bulan Agustus hingga Oktober 2020,
              realisasinya mencapai 12,29 juta penerima atau 99,11 persen dengan anggaran Rp 14,7 triliun.

              Sementara,  pada  termin  kedua  realisasi  penyaluran  sebanyak  12,24  juta  atau  98,71  persen
              dengan anggaran Rp 14,6 triliun.

              Dengan demikian, total realisasi dari kedua termin sebesar Rp 29,4 triliun atau 98,91 persen.































                                                           346
   342   343   344   345   346   347   348   349   350