Page 344 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2021
P. 344

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam siaran pers biro humas Kemenaker pada
              Rabu (21/7/2021) mengatakan, anggaran yang dialokasikan untuk BSU sebesar Rp 8 triliun.
              Adapun jumlah calon penerima BSU diestimasi mencapai 8.000.000 orang buruh atau pekerja.

              “Jumlah ini masih berupa estimasi mengingat proses screening data yang sesuai dengan kriteria
              di atas masih dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,”
              jelas Menaker Ida.

              Besaran  BSU  yang  akan  diberikan  kepada  masing-masing  buruh  atau  pekerja  adalah  Rp
              1.000.000 yang akan diberikan sekaligus melalui transfer bank.

              Adapun kriteria buruh atau pekerja yang akan mendapat BSU periode 2021 adalah Warga Negara
              Indonesia (WNI), merupakan buruh atau pekerja penerima upah, dan terdaftar sebagai peserta
              jaminan sosial tenaga kerja aktif di BPJS Ketenagakerjaan.
              Kriteria selanjutnya adalah buruh atau pekerja yang membayar iuran dengan besaran iuran yang
              dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 3.500.000.

              Kriteria  pengukuran  upah  sesuai  upah  terakhir  yang  dilaporkan  pemberi  kerja  kepada  BPJS
              Ketenagakerjaan.

              Lebih  lanjut, kriteria  lainnya  adalah  buruh  atau pekerja  calon  penerima  BSU  berada  di  zona
              pemberlakuan  pembatasan  kegiatan  masyarakat  (PPKM)  IV  sesuai  Instruksi  Menteri  Dalam
              Negeri (Inmendagri) Nomor 20 Tahun 2021 dan Nomor 23 Tahun 2021.

              Inmendagri tersebut mengatur tentang PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Pos Komando
              (Posko)  Penanganan  Corona  Virus  Disease  2019  di  Tingkat  Desa  dan  Kelurahan  untuk
              Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

              Dijelaskan Menaker Ida, bagi buruh atau pekerja di wilayah PPKM yang memiliki upah minumum
              kabupaten atau kota (UMK) di atas Rp 3,5 juta, akan menggunakan UMK sebagai batasan kriteria
              upah.

              Kriteria terakhir adalah buruh atau pekerja yang bekerja pada sektor terdampak PPKM, seperti
              industri  barang  konsumsi,  perdagangan  dan  jasa  (kecuali  jasa  pendidikan  dan  kesehatan),
              transportasi, aneka industri, properti dan real estate.
              Untuk  diketahui,  nantinya  BSU  akan  diatur  dalam  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan
              (Permenaker) tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Upah atau Upah
              Bagi  Pekerja  Buruh  dalam  Penanganan  Dampak  Corona  Virus  Disease  (Covid-19)  dan  PPKM
              Tahun 2021.

              Menaker  Ida  menjelaskan,  BPJS  Ketenagakerjaan  dipilih  sebagai  sumber  data  untuk  kriteria
              pemberian BSU karena pihaknya menilai data BPJS Ketenagakerjaan adalah yang paling akurat
              dan lengkap.
              “Sehingga akuntabel dan valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian bantuan
              subsidi  secara  cepat  dan  tepat  sasaran,”  tuturnya  dalam  keterangan  tertulis  yang  diterima
              Kompas.com pada Kamis (22/7/2021).

              Pemerintah memberikan BSU dengan tujuan untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan
              kerja (PHK) akibat dampak pandemi Covid-19.

              “Melalui BSU ini, kami berharap hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di perusahaan
              (dapat) terjaga. Sehingga, sekali lagi, PHK dapat terhindarkan," kata Menaker Ida.


                                                           343
   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349