Page 482 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 482
menggelar aksi damai di kawasan Lapangan Renon, Denpasar, Bali, pada Jumat (14/8). Aksi
yang diikuti oleh 26 organisasi baik mahasiswa dan buruh ini menyuarakan penolakan terhadap
RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
"Jadi hari ini sebenarnya kelanjutan aksi 16 Juli kemarin. Kebetulan juga hari ini masa terakhir
reses dari DPR. Kita juga mengantisipasi, dan biar tau juga masyarakat tetap konsisten (menolak
RUU Omnibus Law Cipta Kerja). Dan ini sebenarnya gerakan-gerakan lanjutan dan akan gerakan
lagi," kata I Wayan Nata Manik Kusuma (20) selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Bali
Tidak Diam.
Dalam aksi tersebut, mereka juga menuntut beberapa poin kepada Pemerintah. Yaitu. meminta
Pemerintah dan DPR RI menghentikan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Kemudian,
meminta Pemerintah dan DPR RI agar segera mengesahkan RUU PKS. Selanjutnya, meminta
pemerintah menghentikan kriminalisasi, intimidasi dan diskriminasi terhadap masyarakat dan
mahasiswa terkhususnya kepada Rakyat Papua, serta meminta Pemerintah menghentikan
privatisasi, liberalisasi dan komersialisasi pendidikan.
Selain itu, aksi menolak Omnibuslaw ini kembali digelar karena ada klaim atau survei yang
menyatakan bahwa 80 persen rakyat Bali mendukung RUU Omnibus Law ini.
"Kita pengen ngasih tau ke masyarakat luas dan pemerintah kita konsisten terhadap penolakan-
penolakan itu. Karena, sebelumnya ada survei yang mengatakan Rakyat Bali katanya 80 persen
setuju terhadap Omnibus Law," ujarnya.
"Ini bentuk pembuktian kita. Dan kita mencari massa yang lebih banyak lagi. Kita tidak setuju,
kita tidak sepakat dengan hasil survei," tandas Kusuma. ( KAD ) Bali Demo2020 (c) PT Dynamo
Media Network Version 1.1.265.
481

