Page 484 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 484

dituntaskan pada akhir bulan. Saat ini, proses legalisasi pengesahan RUU tersebut masih berada
              di DPR.
              "Prosesnya ini kita berdoa mudah-mudah jadi akhir bulan ini atau paling lambat mungkin awal
              bulan depan," tutur Luhut dalam seminar di Universitas Indonesia, Jumat, 14 Agustus 2020.

              Luhut menjelaskan,  RUU Cipta Kerja  dirancang untuk menyederhanakan pelbagai perizinan,
              syarat penanaman modal, dan aturan-aturan lainnya sehingga investasi akan terdorong masuk
              ke Tanah Air. Dengan begitu, ia mengklaim lapangan kerja segera tercipta.

              Sebab  selama  ini,  kata  Luhut,  Indonesia  masih  kalah  dengan  negara-negara  ASEAN  lainnya
              seperti  Vietnam,  Singapura,  dan  Malaysia  yang  berhasil  memanfaatkan  momentum
              menggandeng  investor masuk.  Masalah  ini  terjadi  karena  rumitnya  perizinan  yang  membuat
              negara menjadi tidak kompetitif.

              "Jadi Presiden perintahkan semua dipermudah. Benchmark-nya saja dengan negara lain. Kita
              enggak bisa ngarang sendiri," ujar Luhut.

              Kendati gencar mendorong masuknya pemodal, Luhut menjamin investasi yang akan ditanamkan
              di Indonesia harus memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah. Syarat yang ia maksud di
              antaranya harus menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, menyerapp tenaga kerja lokal,
              memberikan nilai tambah, dan melaksanakan skema business to business.

              Luhut  meminta  sejumlah  pihak  mendukung  pengesahan  RUU  ini.  "Jadi  kita  siapkan  bukan
              sekarang, tapi 10 tahun ke depan," tuturnya.

              Kemarin,  Ketua  Komisi  Nasional  Hak  Asasi  Manusia  Ahmad  Taufan  Damanik  meminta
              pembahasan RUU Cipta Kerja segera dihentikan lantaran banyak menimbulkan kekecewaan dari
              masyarakat. Pembahasan RUU ini dianggap tergesa-gesa dan memberikan ruang partisipasi yang
              sangat kecil ruang partisipasi bagi buruh.

              "Setelah kami kaji baik-baik, kami merekomendasikan kepada presiden RI dan DPR agar tak
              melanjutkan  pembahasan  RUU  cipta  kerja  atau  omnibus  law  dalam  rangka  penghormatan,
              perlindungan, pemenuhan HAM bagi seluruh rakyat indonesia.

              Juga untuk mencegah terjadinya komplikasi sistem politik, sistem hukum, tata laksana, dan lain-
              lain," ujarnya, 13 Agustus 2020.

              Dia  berpendapat  perencanaan  dan  pembentukan  RUU  ini  tak  sejalan  dengan  tata-cara  atau
              mekanisme penyusunan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 12 Tahun
              2011. Dalam omnibus law, lanjut Damanik, peraturan pemerintah dapat mengubah peraturan
              setingkat UU jika muatan materinya tak selaras dengan kepentingan strategis.

              FRANCISCA CHRISTY ROSANA | MUHAMMAD BAQIR   .


















                                                           483
   479   480   481   482   483   484   485   486   487   488   489