Page 518 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 518

Judul               Serahkan Sayur dan Ubi ke Ketua DPRD Jambi, Gestur Jambi Tolak
                                    RUU Omnibus Law Cipta Kerja
                Nama Media          jamberita.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://jamberita.com/read/2020/08/14/5961111/serahkan-sayur-dan-
                                    ubi-ke-ketua-dprd-jambi-gestur-jambi-tolak-ruu-omnibus-law-cipta-
                                    kerja/
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2020-08-14 11:35:00
                Ukuran              0

                Warna               Warna
                AD Value            Rp 7.500.000
                News Value          Rp 22.500.000
                Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif

              Ringkasan
              Ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Suara Tuntutan Rakyat Jambi ( GESTUR-
              Jambi ) mendatangi Gedung DPRD Provinsi Jambi Jumat (14/8/2020).

              SERAHKAN SAYUR DAN UBI KE KETUA DPRD JAMBI, GESTUR JAMBI TOLAK RUU
              OMNIBUS LAW CIPTA KERJA

              Ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Suara Tuntutan Rakyat Jambi ( GESTUR-
              Jambi ) mendatangi Gedung DPRD Provinsi Jambi Jumat (14/8/2020). Mereka yang tergabung
              yakni  yang  terdiri  dari  KPA.Jambi,  SP.  Danamon,  SP.Demokratik,  WALHI  Jambi,  STT,  PPJ,
              Grindsick-Rambu House, Gema Petani Jambi, GMNI Jambi  Kehadiran massa aksi ini adalah untuk
              menolak  RUU  Omnibus  Law  Cipta  Kerja.  Menariknya  dalam  aksi  tersebut  petani  juga
              menyerahkan sayur-sayuran dan ubi kepada ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto sebagai
              bentuk penolakan.
              Aliansi  Gestur  dalam  menyebutkan  RUU  Omnibus  Law  Cipta  Kerja  khususnya  ditargetkan
              Pemerintah mampu meningkatkan daya tarik investor karena penyederhanaan perizinan yang
              ditawarkan serta izin atas tanah selama 90 tahun. Sasaran utama Cipta Kerja adalah memastikan
              fleksibilitas  tenagakerja  dengan  sistem  pengupahan  yang  lemah.  Buruh  dieksploitasi  dalam
              status pekerja kontrak karena perusahaan tidak diwajibkan untuk mengangkat status menjadi
              pekerja tetap.

              Peran serta serikat buruh juga dipangkas melalui skema PHK yang berubah sifatnya menjadi
              individual,  perusahaan  tidak  diwajibkan  untuk  terlebih  dahulu  mengambil  tindakan  preventif
              serta melakukan perundingan. Dengan membaca RUU Omnibus Law Cipta Kerja, kita semua
              dapat memprediksi bahwa union busting alias pemberangusan serikat akan kian marak terjadi.

              Selain itu, RUU Omnibus Law Cipta Kerja juga dinilai mengkhianati amanat UUD 1945, UUPA
              1960, dan TAP MPR IX/2001 dengan memperdagangkan sumber-sumber agraria.

              Di tahun 2019 sendiri, letusan konflik agraria mencapai 279 kasus yang meliputi berbagai sektor
              baik  perkebunan,  HTI  dan  pertambangan.  Kekhawatiran  akan  eksploitasi  sumberdaya  alam
              semakin tidak terkontrol ketika RUU Omnibus Law melegitimasi hal tersebut.

                                                           517
   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523