Page 569 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 569

Pemerintah berencana memberikan bantuan sebesar Rp600.000 kepada pekerja dalam waktu
              empat bulan. Rencananya, bantuan itu akan dicairkan dalam dua termin atau Rp1.200.000 juta
              sekali diserahkan ke pekerja. Pencairan tahapan pertama akan dilakukan pada September depan.

              "Pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan adalah buruh yang bekerja di perusahaan yang
              sudah relatif baik. Justru mereka yang tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, yang bekerja di
              perusahaan yang sering mengebiri hak-hak buruh," tuturnya dalam keterangan tertulis yang
              diterima  SINDOnews  , Jumat (14/8/2020).

              Pandemi  Covid-19  ini  bukan  hanya  berdampak  pada  sektor  kesehatan,  tetapi  perekonomian
              masyarakat. Obon mengungkapkan banyak pekerja yang saat ini tidak menerima upah secara
              utuh, terutama yang tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

              "Sudahlah upah setengah dan tidak diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan, sekarang tidak
              mendapatkan  bantuan  upah  dari  pemerintah.  Ibaratnya,  sudah  jatuh  tertimpa  tangga,"
              tegasnya.
              Anggota Fraksi Gerindra itu menjelaskan penyebab para buruh itu tidak terdaftar dalam BPJS
              Ketenagakerjaan  karena  lemahnya  pengawasan  ketenagakerjaan.  Pemerintah  seharusnya
              menindak perusahaan nakal yang tidak mengikutsertakan buruhnya dalam BPJS.

              "Apalagi  ada  sanksi  pidana  penjara  dan  denda  bagi  perusahaan.  Jangan  karena  kesalahan
              pengusaha  dan  lemahnya  penegakan  aturan  ketenagakerjaan,  buruh  yang  dihukum  dengan
              tidak mendapatkan bantuan," pungkasnya.

              (muh).













































                                                           568
   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573   574