Page 566 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 566

DUKUNG PROGRAM BANTUAN SUBSIDI UPAH PEMERINTAH, BPJAMSOSTEK
              KUMPULKAN REKENING PESERTA
              BPJAMSOSTEK - Pemerintah melalui Kcmcntcrian Ketenagakerjaan bakal memberikan subsidi
              kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dengan
              ketentuan penerima subsidi adalah peserta BPJAMSOSTEK yang masih aktif, dengan upah di
              bawah  Rp5  juta  perbulan.  berdasarkan  data  upah  yang  dilaporkan  dan  tercatat  pada
              BPJAMSOSTEK.

              Direktur  Utama  BPJAMSOSTEK  Agus  Susanto  menjelaskan,  pemerintah  saat  ini  sedang
              melakukan iinalisasi skema, mekanisme dan kriteria penerima program Bantuan Subsidi Upah
              dengan  menggunakan  data  awal  dari  BPJAMSOSTEK  dan  lembaga  negara  lainnya  sebagai
              dasamya. BPJAMSOSTEK menyatakan kesiapannya dalam mendukung program Bantuan Subsidi
              Upah ini.

              "Data  yang  disampaikan  BPJAMSOSTEK  kepada  pemerintah  merupakan  data  peserta  aktif
              kategori  Pekerja  Penerima  Upah  atau  Pekerja  Formal  dengan  upah  di  bawah  Rp5  juta
              berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat pada BPJAMSOSTEK.
              Tidak termasuk di dalamnya Peserta yang bekerja sebagai pegawai di BUMN, Lembaga Negara
              dan Instansi Pemerintah, terkecuali Non ASN" tegasnya.

              Saat ini, tambah Agus, BPJAMSOSTEK juga sedang dakun proses mengumpulkan nomor rekening
              peserta  yang  memenuhi  kriteria  dimaksud  melalui  kantor  cabang  di  seluruh  Indonesia.
              Pemerintah  juga  akan  melakukan  validasi  ulang  terkait  data  yang  disampaikan  oleh
              BPJAMSOSTEK untuk memastikan hanman ini tepat sasaran. Hal ini dilakukan karena sumber
              dana Bantuan Subsidi Upah ini berasal dan alokasi anggaran dari Pemerintah.

              "Penerima Program Subsidi Upah ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan
              peserta  aktif  BPJAMSOSTEK  di  seluruh  Indonesia.  Dalam  dua  hari  ini  kami  telah  berhasil
              mengumpulkan sekitar 3,5 juta rekening peserta dan akan terus meningkat," tambah Agus.

              Dirinya  berharap  pemberi  kerja  atau  perusahaan  dapat  ikut  proaktif  membantu
              menginformasikan  nomor  rekening  peserta  tersebut  sesuai  kriteria  yang  ditetapkan  oleh
              pemerintah  guna  mempercepat  proses  pengumpulan  informasi  sekaligus  pengkinian  data
              peserta.

              "Bantuan Subsidi Upah ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta
              aktif BPJAMSOSTEK, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan
              Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JI1T). Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun
              (JP)," tandasnya.

              Agas  menambahkan,  BPJAMSOSTEK  juga  menghimbau  perusahaan  yang  belum tertib dalam
              pembayaran iuran, segera memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentu-an yang berlaku.

              "Kami menghimbau agar perusahaan melakukan validasi tenaga kerja dengan upah di bawah
              Rp5  juta  yang  terdaftar  di  BPJAMSOSTEK  dan  melaporkan  nomor  rekening  mereka  melalui
              aplikasi  yang  disiapkan  oleh  BPJAMSOSTEK,  sehingga  pemberian  Bantuan  Subsidi  Upah  ini
              segera bisa disalurkan", tegas Agus.

              Diketahui,  pemerintah  lelah  menganggarkan  Rp37,74  triliun  untuk  program  subsidi  pekerja
              terdampak Covid-19. Untuk nominal yang akan diterima nantinya ditentukan sejumlah Rp600
              ribu perbulan per orang selama 4 bulan atau per orang akan mendapatkan Rp2,4 juta Adapun
              skema pencairan atau transfer dana dilakukan 2 bulan sekaligus sebanyak 2 kali.

              "Pemerintah berharap program ini dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga
              agar Indonesia dapat terhindar dari resesi ekonomi," pungkasnya. (*)
                                                           565
   561   562   563   564   565   566   567   568   569   570   571