Page 624 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 AGUSTUS 2020
P. 624

Erick  Thohir  turut  mengkonfirmasi  pernyataan  Menteri  Keuangan  Sri  Mulyani  pada  Rabu
              (5/8/2020) kemarin bahwa stimulus selanjutnya dari pemerintah adalah bantuan gaji tambahan
              kepada pekerja dengan pendapatan tertentu dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

              "Pemerintah telah memiliki program bantuan untuk rakyat miskin dan pekerja yang terdampak
              pemutusan  hubungan  kerja  melalui  Program  Kartu  Pra  Kerja.  Tujuan  pemerintah
              menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hal
              ini penting untuk menggerakkan perekonomian dan mendorong  pemulihan ekonomi  ," jelas
              Erick Thohir.

              "Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan
              di bulan September 2020 ini. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non
              PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000
              per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan sebesar Rp600 ribu per
              bulan selama 4 bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja
              sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan," pungkasnya.

              Menteri  Keuangan  Sri  Mulyani  mengatakan  pemerintah  sedang  mengkaji  rencana  pemberian
              insentif berupa tambahan gaji bagi karyawan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta. Karyawan
              penerima insentif ini diperkirakan sekitar 13 juta.

              "Pemerintah sedang mengkaji pemberian gaji kepada 13 juta pekerja yang memiliki di bawah Rp
              5 juta," ujar Sri Mulyani melalui konferensi pers secara online, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

              Sri Mulyani mengatakan, insentif tersebut nantinnya akan menelan dana sebesar Rp 31,2 triliun.
              Hingga  kini  rencana  tersebut  masih  dibahas.  "Ini  akan  memakan  anggaran  Rp31,2  triliun,"
              jelasnya.

              Selain insentif ini, pemerintah juga akan memberikan bantuan sosial produktif bagi 12 juta pelaku
              Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). Masing-masing pelaku UMKM akan mendapat Rp 2,4
              juta.

              "Kita akan memberikan bantuan bansos produktif bagi 12 juta UMKM artinya mereka mendapat
              Rp 2,4 juta seperti yang sudah disampaikan Presiden beberapa waktu lalu. Pengusaha UMKM
              sangat kecil itu bentuknya bantuan produktif jadi bukan pinjaman ini anggarannya Rp 30 triliun,"
              tandasnya.

              Sebelumnya, Survei Cyrus Network menunjukkan temuan mengejutkan atas manfaat bantuan
              sosial (bansos) yang diberikan pemerintah untuk menyambung hidup di tengah pandemi Covid-
              19. Dimana 68,5 persen masyarakat menyatakan bansos tidak mampu mencukupi kebutuhan
              hidup mereka.

              "Pada  survei  kali  ini  masyarakat  merasa  bansos  tidak  mampu  mencukupi  kebutuhan  hidup.
              Dimana jumlahnya cukup tinggi mencapai 68,5 persen," ujar CEO Cyrus Network, Eko Dafid
              Afianto dalam memaparkan survei via Zoom, Senin (27/7/2020).

              Kemudian,  sambung  Eko,  hanya  ada  31,8  persen  masyarakat  yang  merasa  bansos  mampu
              memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi ini. Sedangkan, 2,4 persen responden lainnya
              memilih tidak menjawab.
              Adapun, bansos tunai menduduki peringkat pertama yang lebih banyak diterima masyarakat
              dengan  presentase  78,6  persen.  Kemudian,  bansos  non  tunai  atau  sembako  sebanyak  67,2
              persen.

              Untuk bantuan keringanan listrik tercatat menduduki peringkat ketiga dengan angka 31,6 persen.
              Disusul relaksasi kredit sebanyak 8.0 persen.

                                                           623
   619   620   621   622   623   624   625   626   627   628   629