Page 633 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 AGUSTUS 2020
P. 633
PEKERJA BERGAJI DI BAWAH RP 5 JUTA BAKAL DITRANSFER RP 600 RIBU SELAMA
4 BULAN
- Pandemi Covid-19 telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, juga ekonomi
dunia. Semua negara terdampak. Termasuk, Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan angka output perekonomian atau Produk
Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II-2020 negatif.
PDB Indonesia periode April-Juni 2020 terkontraksi atau minus 5,32 persen dibandingkan periode
yang sama tahun lalu.
Ada dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi, dengan
memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Misalnya untuk
masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi
bunga dan kredit.
Selanjutnya, juga dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat
karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan
dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini.
Rasa aman dapat mendorong masyarakat tingkat menengah ke atas, untuk mulai berani
membelanjakan uang atau tabungannya pada sektor-sektor produktif maupun investasi. Hal ini
diharapkan bisa menggerakkan perekonomian di Indonesia.
"Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak, dan saling
berkesinambungan seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan non tunai, program keluarga
harapan, hingga penyaluran kredit di sektor UMKM," kata Menteri BUMN Erick Thohir , yang
juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dalam
keterangannya, Kamis (6/8).
"Untuk itu, dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk
melakukan realisasi bantuan secara tepat. Percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini
berjalan beriringan dengan prioritas utama pemerintah untuk kesehatan, dan mendorong
perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini. Agar kesehatan pulih, dan ekonomi pun
bangkit," jelasnya.
Erick turut mengkonfirmasi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Rabu (5/8), yang
menyebut stimulus selanjutnya dari pemerintah diwujudkan dalam bentuk bantuan gaji
tambahan kepada pekerja dengan pendapatan tertentu. Dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai
(BLT).
"Pemerintah telah memiliki program bantuan untuk rakyat miskin, dan pekerja yang terdampak
pemutusan hubungan kerja melalui Program Kartu Pra Kerja. Pemerintah menggelontorkan
bantuan gaji tambahan ini untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hal ini penting untuk
menggerakkan perekonomian, dan mendorong pemulihan ekonomi," papar Erick.
Saat ini, program stimulus tersebut tengah difinalisasi, agar bisa dijalankan oleh Kementerian
Ketenagakerjaan pada September mendatang. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8
juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK), dengan
iuran di bawah Rp150.000 per bulan. Atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.
"Bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan ini akan langsung diberikan per dua
bulan ke rekening masing-masing pekerja, untuk menghindari penyalahgunaan," pungkas Erick.
[HES].
632

