Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 112

mencatatkan kinerja dengan hasil positif sepanjang 2020 pada bidang Investasi, kepesertaan,
              dan pelayanan.
              Hal ini diungkapkan Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto kepada Suara Merdeka, Rabu
              (20/1). Pihaknya mencatat di 2020, penerimaan iuran ( unaudited )BPJAMSOSTEK dibukukan
              sebesar Rp 73,31 triliun secara nasional.

              ''Walaupun terdapat implementasi PP Nomor 49 Tahun 2020 tentang relaksasi iuran program
              JKK  (Jaminan  Kecelakaan  Kerja)  yakni  JKm  (Jaminan  Kematian)  sebesar  99  persen  dan
              penangguhan  program  JP  (Jaminan  Pensiun)  sebesar  99  persen.  Iuran  tersebut  ditambah
              pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp 486,38 triliun
              pada akhir Desember 2020,'' sebut Agus.

              BPJAMSOSTEK  juga  mencatatkan  hasil  investasi  sebesar  Rp  32,30  triliun,  dengan  Yield  on
              Investment  (YOI)  yang  didapat  sebesar  7,38  persen.  Agus  mengutarakan  investasi
              BPJAMSOSTEK dilaksanakan berdasarkan PP Nomor 99 tahun 2013 dan PP Nomor 55 tahun
              2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi yang diperbolehkan berikut dengan
              batasan-batasannya. Ada juga Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1 tahun 2016
              yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50 persen.

              Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana sebagai Badan Hukum Publik yang
              bersifat  nirlaba,  seluruh  hasil  pengelolaan  dana  dikembalikan  kepada  peserta.  Jadi,
              BPJAMSOSTEK  dapat  memberikan  hasil  pengembangan  Jaminan  Hari  Tua  (JHT)  kepada
              pesertanya mencapai 5,63 persen (pa).

              ''Hal ini tentunya selalu di atas rata-rata bunga deposito bank pemerintah yang pada 2020 ini
              sebesar 3,87 persen. Lalu sepanjang 2020, pembayaran klaim atau jaminan yang dikucurkan
              BPJAMSOSTEK mengalami peningkatan sebesar 20,01 persen atau mencapai Rp 36,5 triliun,''
              tandas Agus.







































                                                           111
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117