Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 108
TIGA WARGA INDRAMAYU TERTANGKAP AKAN JUAL PEREMPUAN KE ARAB SAUDI
VIA MALAYSIA
Praktik tindak pidana perdagangan orang dengan modus pengiriman tenaga kerja Indonesia
(TKI) di Majalengka, Jawa Barat, berhasil dibongkar petugas kepolisian setempat. Tiga orang
ditangkap dan langsung jadi tersangka.
Tiga tersangka tersebut yakni AM, AS dan S, warga Indramayu, Jawa Barat.
Ketiganya ditangkap terbukti hendak memberangkatkan seorang perempuan berinisial IN (20),
warga Majalengka, Jawa Barat, ke Arab Saudi dengan cara ilegal.
Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan, mengungkapkan sebelum ke Arab Saudi
korban diberangkatkan ke Malaysia.
Namun karena pandemi Covid-19 korban dipulangkan dan batal berangkat ke negara tujuan
tersebut.
"Korban gagal berangkat (ke Malaysia) karena pandemi ini. Akhirnya pada bulan November
korban dipanggil lagi namun diberangkatkan ke Arab Saudi bukan ke Malaysia. Di Saudi korban
hendak diberangkatkan dengan dokumen palsu," terang Siswo, Rabu (20/1/2021).
Dirinya menjelaskan, pihaknya mengungkap praktik tersebut, berdasarkan laporan keluarga
korban ke kepolisian pada 27 Desember 2020.
Pihak kepolisian lalu melakukan pendalaman dan menangkap ketiganya sebagai tersangka. Para
tersangka tersebut di antaranya perempuan.
Selain itu, jelas Siswo, pada 24 Desember 2020 salah satu tersangka juga sempat datang ke
rumah korban. Tujuan tersebut dimaksudkan kata Siswo meyakinkan keluarga untuk korban
berangkat ke Arab Saudi.
"Namun ketika di penampungan korban malah dipekerjakan masak-masak untuk jualan nasi di
warung. Di warung tersebut korban mendengar hendak diberangkatkan ke Arab Saudi dengan
dokumen dipalsukan sehingga korban melaporkan kepada keluarga," jelas Siswo.
Ketiga tersangka tersebut, kini terancam Undang-undang Tindak Pidana Perdagangan Orang
(TPPO) dan Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran, dengan ancaman hukuman maksimal
penjara 15 tahun.
Wakil Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jawa Barat, Juwarih, mengungkapkan tindak
pidana perdagangan orang (TPPO) di Majalengka, Jawa Barat, memiliki jaringan. Bahkan
jaringan tersebut kata Juwarih sampai ke pusat.
Dirinya menjelaskan, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus TKI dapat diketahui
dan salah satunya pemalsuan dokumen oleh agen saat calon TKI tersebut hendak berangkat.
"Salah satunya itu (pemalsuan dokumen). Kemudian selain itu juga iming-iming gaji besar ketika
calon TKI tersebut berangkat ke luar negeri di negara tertentu. Itu juga bisa," kata Juwarih,
dihubungi melalui sambungan seluler.
Dirinya menambahkan, TPPO dalam modus TKI, praktiknya sama yakni selalu pemalsuan
dokumen milik korban oleh agen serta iming-iming gaji yang tinggi ketika bekerja.
"Saya apresiasi kepada pihak kepolisian Majalengka yang menangkap tiga tersangka tersebut.
TPPO di Majalengka ini jaringannya sampai ke pusat, sehingga pihak kepolisian harus
mengungkap sampai ke akar-akarnya," kata Juwarih.
107

