Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 104
AWAL 2021, 6 JENAZAH TKI DIPULANGKAN KE SAMPANG
Kasus kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sampang, Madura, Jawa Timur yang bekerja
di luar negeri di awal tahun 2021 ini tercatat sebanyak 6 orang. Mereka meninggal tersebut rata-
rata karena sakit.
Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Agus Sumarso menyampaikan
bahwa di awal tahun ada 6 jenazah yang dipulangkan dari negara malaysia satu diantaranya
masih bayi.
"Mereka yang meninggal di Negeri jiran Malaysia itu merupakan TKI illegal," kata Agus Kamis
(21/01/2021).
Dijelaskan, kelima jenazah tersebut pertama diterima oleh pihaknya pada tanggal 2 Januari 2021
kemarin. yakni Nayuti warga Bira Tengah Kecamatan Sokobanah. Wanita tersebut meninggal di
Malaysia dikarenakan sakit kencing manis.
Lalu pada tanggal 6 Januari 2021 ini pihaknya menerima 3 jenazah kirima dari Malaysia.
Diantaranya, Suhrah warga tamberu daya kecamatan Sokobanah yang meninggal karena
kencing manis.
Kemudian Sudah warga Desa Batioh Kecamatan Banyuates yang meninggal dikarenakan gagal
ginjal.
"Kalau yang satunya lagi itu bernama samiya warga Desa Patapan Kecamatan Torjun. Dia itu
basih bayi. Saat dilahirkan meninggal dunia, jadi langdung dibawa pulang," jelas Agus Sumarso.
Kemudian pada tanggal 16 Januari kemarin pihaknya kembali mendapatkan informasi jika ada 2
warga sampang yang dipulangkan dari Malaysia karena meninggal dunia.
Kedua orang tersebut diantaranya, Sahidah, 47, warga desa Mandangin Kecamatan sampang
dan saturi, 46, warga tamberu daya kecamatan sokobanah. Kedua orang tersebut meninggal di
negeri jiran dikarenakan mengalami sakit. Untuk sahidah diketahui dikarenakan sakit kanker
payu dara dan diabetes. Sedangkan saturi dikarenakan sakit kencing manis dan dara tinggi.
"Memang selama ini yang meninggal di luar negeri rata-rata dikarenakan sakit semua," ucap
Agus Sumarso.
Ia mengaku PMI yang meninggal tersebut, pemberangkatannya tidak terdata di dinasnya.
"Sehingga mereka dipastikan mereka berangkat ke Malaysia menggunakan jalur tidak resmi.
Mereka juga tidak mendapatkan santunan dari pihak pemerintah sebab berangkat secara illegal,"
pungkasnya.
103

