Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 105
Judul Banjir Baja Impor dari Cina, 100 Ribu Karyawan Terancam PHK
Nama Media mnctrijaya.com
Newstrend Tenaga Kerja Industri Baja
Halaman/URL https://mnctrijaya.com/news/detail/39900/banjir-baja-impor-dari-cina-
100-ribu-karyawan-terancam-phk
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-01-21 11:16:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Said Iqbal (ketua KSPI) Baja impor terutama dari Cina dijual sangat murah di
Indonesia. Jika dibiarkan, industri baja nasional akan bangkrut dan 100 ribu karyawan terancam
PHK massal
negative - Said Iqbal (ketua KSPI) Perekonomian semakin terpuruk. Tenaga kerja yang sebagian
besar masyarakat menengah ke bawah semakin menjerit. Efek dominonya luar biasa
negative - Said Iqbal (ketua KSPI) Tersebar di berbagai perusahaan seperti Krakatau Steel,
Gunung Raja Paksi, Ispatindo, Master Steel, dan lain-lain. Dan semua ikut terancam
positive - Said Iqbal (ketua KSPI) Safeguard sangat penting guna melindungi produk dalam
negeri dari maraknya produk impor murah
positive - Said Iqbal (ketua KSPI) Makanya, semua pihak harus membela industri dalam negeri
neutral - Said Iqbal (ketua KSPI) Pemerintah harus berani mengambil sikap dan terobosan untuk
membantu agar industri dalam negeri tetap bertahan. Jangan lupa, di balik industri terhadap
tenaga kerja yang akan menjerit jika di-PHK
negative - Said Iqbal (ketua KSPI) Padahal di Indonesia, kebijakan lingkungan termasuk slag B-
3 dan scrap tanpa impunitas harus ditanggung industri baja sehingga menjadi beban finansial
industri dan meningkatkan biaya produksi
Ringkasan
Baja murah dari Cina membanjiri Indonesia. Akibatnya, industri baja dalam negeri kalah bersaing
dan terancam gulung tikar. "Baja impor terutama dari Cina dijual sangat murah di Indonesia.
Jika dibiarkan, industri baja nasional akan bangkrut dan 100 ribu karyawan terancam PHK
massal," jelas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam jumpa
pers di Jakarta hari ini.
104

