Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 102

yang membanjiri Indonesia sehingga membuat industri baja dalam negeri kalah bersaing dan
              terancam gulung tikar.
              "Baja impor terutama dari China dijual sangat murah di Indonesia. Jika dibiarkan, industri baja
              nasional  akan  bangkrut  dan  100  ribu  karyawan  terancam  PHK  massal,"  jelas  Presiden
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis
              (21/1).

              Bos KSPI ini menegaskan, ancaman PHK massal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah.
              Sebab,  pil  pahit  ini  diyakini  akan  membuat  masyarakat  semakin  menderita,  khususnya  bagi
              kelompok kelas bawah.

              "Perekonomian semakin terpuruk. Tenaga kerja yang sebagian besar masyarakat menengah ke
              bawah semakin menjerit. Efek dominonya luar biasa," kata Said.

              Mengenai banyaknya karyawan industri baja, Said mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS)
              tahun 2019. Dalam hal ini Said mengingatkan, jumlah tenaga kerja di sektor baja sekitar 100,000
              orang.

              "Tersebar di berbagai perusahaan seperti Krakatau Steel, Gunung Raja Paksi, Ispatindo, Master
              Steel, dan lain-lain. Dan semua ikut terancam," ucapnya.

              Untuk menghindari PHK massal itulah, KSPI berharap agar Kementerian Perdagangan, dalam hal
              ini  Komite  Pengamanan  Perdagangan  Indonesia  (KPPI)  melanjutkan  perlindungan  safeguard
              untuk produk I-H section. "Safeguard sangat penting guna melindungi produk dalam negeri dari
              maraknya produk impor murah," pintahnya.

              Di  sisi  lain,  ketika  safeguard  kepada  pabrik  baja  nasional  tidak  diperpanjang,  dikhawatirkan
              perusahaan tidak bisa bersaing dengan produk impor murah. Akibatnya, Industri akan menutup
              beberapa  unit  usaha  sehingga  menyebabkan  PHK  massal.  "Makanya,  semua  pihak  harus
              membela industri dalam negeri," urainya.

              Untuk itu, KSPI meminta Kementerian Perdagangan untuk bisa memberikan diskresi. Dalam hal
              ini  kepada  KPPI  agar  mengambil  sikap  untuk  meneruskan  aplikasi  safeguard  I  -  H  section,
              sebagai upaya perlindungan terhadap industri dalam negeri. Terlebih, ujarnya, bahwa saat ini
              banyak regulasi yang dibuat sebagai relaksasi, khususnya saat pandemi Covid-19.

              "Pemerintah harus berani mengambil sikap dan terobosan untuk membantu agar industri dalam
              negeri tetap bertahan. Jangan lupa, di balik industri terhadap tenaga kerja yang akan menjerit
              jika di-PHK," tandasnya. [azz].























                                                           101
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107