Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 98

RI KEBANJIRAN BAJA IMPOR, PULUHAN RIBU BURUH TERANCAM PHK

              Indonesia digempur oleh baja impor dari China. Hal itu membuat industri baja dalam negeri bisa
              kalah saing dan terancam gulung tikar.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan hal itu membuat
              puluhan bahkan ratusan ribu buruh di industri baja terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
              karena  produksi  yang  terus  menurun.  Tentu  masyarakat  yang  terdampak  akan  semakin
              menderita di tengah pandemi COVID-19.

              "Kami terima laporan yang bekerja di industri baja, teman-teman buruh yang datang menemui
              kami menyampaikan ada potensi dan ancaman puluhan ribu bahkan tidak menutup kemungkinan
              ratusan ribu buruh yang bekerja di industri baja itu akan terancam PHK bilamana industri atau
              perusahaan baja ini di tengah pandemi COVID-19 tidak dilindungi oleh negara dalam hal ini
              pemerintah," kata Said dalam konferensi pers, Kamis (21/1/2021).

              Buruh-buruh yang terancam PHK itu, kata Said berasal dari industri-industri baja besar seperti
              Krakatau Steel, Gunung Raja Paksi, Ispatindo, hingga Master Steel. Berdasarkan Badan Pusat
              Statistik (BPS) tahun 2019 sendiri jumlah tenaga kerja di sektor baja sekitar 100.000 orang.

              "Ini perusahaan raksasa terutama Gunung Raja Paksi Grup, Gunung Garuda itu catatan kami
              anggota KSPI di sana dari jumlah karyawan sekitar 5.000 lebih, itu setengahnya hampir 2.500-
              3.000  orang  adalah  anggota  KSPI, karyawan  tetap,  bayangkan  yang  sudah  bekerja  puluhan
              tahun jumlah karyawan yang bekerja di industri baja," ucapnya.

              Said  meminta  kepada  pemerintah  agar  berpihak  pada  industri  baja  dalam  negeri  untuk
              menyelamatkan sekitar 100.000 karyawan. Dia berharap pemerintah membuat relaksasi khusus
              untuk industri baja di tengah pandemi COVID-19.

              "Kami meminta para menteri khususnya Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Menteri
              Perindustrian,  Menteri  Ketenagakerjaan  dan  menteri  terkait  lainnya  bisa  memastikan  semua
              regulasi  yang  mempersulit  para  dunia  industri  atau  kalangan  pengusaha  di  tengah  pandemi
              COVID-19  ini  harus  diberlakukan  dalam  kondisi  upnormal,  nggak  bisa  seperti  dalam  kondisi
              normal," ucapnya.

              Said tidak mau gelombang PHK terjadi lagi di tengah pandemi COVID-19 terlebih jika harus
              menimpa industri baja dalam negeri karena banjirnya impor. Dia mengutip data BPS, hingga
              akhir tahun 2019 besi dan baja menempati posisi ketiga komoditas impor nonmigas yang masuk
              ke Indonesia dengan nilai mencapai USD 7,63 miliar atau senilai Rp106,8 triliun.

              "Alhamdulillah sampai hari ini kata teman-teman Gunung Garuda, Ispatindo yang jadi anggota
              KSPI belum ada PHK terhadap karyawan tetap," sebutnya.





















                                                           97
   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103