Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 93
Judul 100 Ribu Pekerja Terancam PHK Karena Banjir Baja Impor China
Nama Media cnnindonesia.com
Newstrend Tenaga Kerja Industri Baja
Halaman/URL https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210121122134-92-
596629/100-ribu-pekerja-terancam-phk-karena-banjir-baja-impor-china
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-01-21 12:45:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Said Iqbal (ketua KSPI) Baja impor, terutama dari China, dijual sangat murah di
Indonesia. Jika dibiarkan, industri baja nasional akan bangkrut dan 100 ribu pekerja terancam
PHK massal
negative - Said Iqbal (ketua KSPI) Tenaga kerja yang sebagian besar masyarakat menengah ke
bawah semakin menjerit. Efek dominonya luar biasa
neutral - Said Iqbal (ketua KSPI) Pemerintah harus berani mengambil sikap dan terobosan untuk
membantu agar industri dalam negeri tetap bertahan. Jangan lupa, di balik industri terhadap
tenaga kerja yang akan menjerit jika di-PHK
Ringkasan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menuturkan banjir baja impor
asal China di pasar dalam negeri mengancam produsen lokal gulung tikar dan mengambil
langkah pemutusan hubungan kerja ( PHK ) terhadap sedikitnya 100 ribu pekerja. "Baja impor,
terutama dari China, dijual sangat murah di Indonesia. Jika dibiarkan, industri baja nasional akan
bangkrut dan 100 ribu pekerja terancam PHK massal," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis
(21/1).
100 RIBU PEKERJA TERANCAM PHK KARENA BANJIR BAJA IMPOR CHINA
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menuturkan banjir baja impor
asal China di pasar dalam negeri mengancam produsen lokal gulung tikar dan mengambil
langkah pemutusan hubungan kerja ( PHK ) terhadap sedikitnya 100 ribu pekerja.
"Baja impor, terutama dari China, dijual sangat murah di Indonesia. Jika dibiarkan, industri baja
nasional akan bangkrut dan 100 ribu pekerja terancam PHK massal," ujarnya melalui keterangan
resmi, Kamis (21/1).
92

