Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 88

Badan  Pusat  Statistik  (BPS)  Kabupaten  Bekasi  mencatat  angka  pengangguran  di  Kabupaten
              Bekasi menembus angka 11,54%. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan 2019 lalu yang
              mencapai angka 8,4% atau 158.958 orang. Dengan kenaikan signifikan ini, angka pengangguran
              pun menembus hingga 200.000 orang lebih. Angka tersebut akan terus bertambah bila ditambah
              dengan jumlah bulan ini.

              Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  Kabupaten  Bekasi,  Suhup  mengatakan,  kenaikan  angka
              pengangguran  tersebut dengan  beberapa  penyebabnya, yakni bertambahnya  angkatan kerja
              baru, serta melemahnya sektor dunia usaha di massa pandemi. Sehingga, perusahaan tidak lagi
              mampu menyerap angkatan kerja baru secara maksimal.

              "Memang ada kenaikan angka pengangguran, karena itu ditambah dengan angkatan kerja tahun
              ini yang baru lulus," kata Suhup kepada wartawan Kamis (21/1/2021).

              Menurut  dia,  setiap  tahun  itu  ada  10.000  sampai  15.000  angkatan  kerja  baru.  Sedangkan
              penyerapan  dari  perusahaan,  belum  maksimal  dengan  kondisi  saat  ini.  Suhup  menjelaskan,
              terkait maraknya PHK disejumlah industri sangat disesalkannya, karena sikap dari pelaku usaha
              yang tidak melaporkan adanya pengurangan jumlah karyawan.

              Padahal, data tersebut penting sebagai dasar untuk melakukan sejumlah program pemulihan
              perekonomian."Selama  ini  ada  perusahaan-perusahaan  yang  memang  tidak  terbuka  kepada
              kami.  Makanya,  kami  akan  turun  ke  lapangan,  mengarahkan  perusahaan  agar  membuka
              lowongan kerja untuk masyarakat Kabupaten Bekasi," tegasnya.

              Saat ini pemerintah telah merencanakan beragam upaya untuk menekan angka pengangguran.
              Diantaranya dengan memperbanyak pelatihan bagi calon tenaga kerja yang produktif."Kami akan
              membuka pelatihan-pelatihan bekerjasama dengan berbagai perusahaan. Satu bulan pelatihan,
              dan tiga bulan magang. Nanti semuanya dibiayai pemerintah, perekonomian pulih, angkatan
              kerja sudah siap bekerja," ucapnya.

              (hab).







































                                                           87
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93