Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 94
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, di mana jumlah tenaga kerja di sektor
baja mencapai sekitar 100 ribu orang yang tersebar di berbagai perusahaan, seperti Krakatau
Steel, Gunung Raja Paksi, Ispatindo, Master Steel, dan lain-lain.
Menurutnya, ancaman PHK massal di tengah pandemi covid-19 akan membuat masyarakat
semakin menderita dan perekonomian semakin terpuruk.
"Tenaga kerja yang sebagian besar masyarakat menengah ke bawah semakin menjerit. Efek
dominonya luar biasa," kata Said.
Untuk menghindari PHK massal itu, KSPI berharap Kementerian Perdagangan, dalam hal ini
Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI), melanjutkan perlindungan safeguard untuk
produk baja atau I-H section.
Jika safeguard kepada pabrik baja nasional tidak diperpanjang, dikhawatirkan perusahaan tidak
bisa bersaing dengan produk impor murah. Akibatnya, industri dalam negeri akan menutup
beberapa unit usaha sehingga menyebabkan PHK massal.
KSPI juga mendesak Kementerian Perdagangan untuk memberikan diskresi kepada KPPI agar
meneruskan aplikasi safeguard I-H section sebagai upaya perlindungan terhadap industri dalam
negeri.
"Pemerintah harus berani mengambil sikap dan terobosan untuk membantu agar industri dalam
negeri tetap bertahan. Jangan lupa, di balik industri terhadap tenaga kerja yang akan menjerit
jika di-PHK," lanjutnya.
Mengenai maraknya baja impor, Said juga mengutip data BPS yang mencatat hingga akhir 2019
besi dan baja menempati posisi ketiga dalam daftar komoditas impor nonmigas terbesar yang
masuk ke Indonesia. Nilainya mencapai US$7,63miliar atau senilai Rp106,8 Triliun.
93

