Page 119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 119

Direktur  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja  Kemnaker,  Retno  Pratiwi  mengatakan  iuran  JKP  akan
              dibebankan kepada pemerintah sebesar 0,22%, serta rekomposisi dari iuran program Jaminan
              Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 0,14% dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 0,10% yang selama
              ini iurannya dibebankan kepada pemberi kerja.

              "Pembiayaannya jadi sebetulnya gratis ya, kalau istilah saya ini gratis karena pengusaha juga
              tidak menambahkan biaya lagi dan iuran dibayar oleh pemerintah sebesar 0,22%. Sedangkan
              sumber pendanaan kita melakukan rekomposisi iuran JKK sebesar 0,14% dan JKM 0,10%," kata
              Retno  dalam  webinar  'Membedah  Asuransi  Pengangguran  di  Masa  Marak  PHK',  Selasa
              (9/3/2021).

              Nantinya pekerja yang kena PHK mendapat manfaat JKP berupa uang tunai sebesar 45% dari
              upah  selama  tiga  bulan  pertama  dan  25%  dari  upah  selama  tiga  bulan  berikutnya.  Besaran
              manfaat  akan  disesuaikan  dengan  upah  yang  dilaporkan  di  BPJS  Ketenagakerjaan,  namun
              hitungannya dibatasi maksimal Rp 5 juta per bulan.

              "Bukan berarti kalau dia upahnya di atas Rp 5 juta tidak mendapat manfaat. Jadi kalau dia lebih
              dari Rp 5 juta maka iurannya yang akan dihitung hanya sampai Rp 5 juta, kalau dia di bawah Rp
              5 juta maka yang dihitung yang di bawah itu sampai batas Rp 5 juta," tuturnya.

              Selain uang tunai, manfaat dari JKP yang bisa didapat korban PHK lainnya adalah akses informasi
              pasar kerja atau bimbingan jabatan yang dilakukan oleh Pengantar Kerja atau Petugas Antarkerja
              melalui Sisnaker. Korban PHK juga akan mendapat pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan
              melalui Lembaga Pelatihan Kerja baik milik pemerintah maupun swasta atau perusahaan.

              "Nanti dia akan mendapat sertifikat kompetensi. Ini dilakukan oleh Lembaga Pelatihan Kerja baik
              itu milik pemerintah maupun swasta atau perusahaan yang sudah memiliki lembaga pelatihan,"
              jelasnya.

              Perlu diingat bahwa tidak semua korban PHK akan mendapat manfaat JKP karena program ini
              akan dikecualikan untuk korban PHK yang sengaja mengundurkan diri, cacat total tetap, pensiun
              atau meninggal dunia. Kepesertaan ini otomatis akan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan jika
              perusahaan besar atau menengah sudah mendaftarkan pekerjanya ke 5 program yakni Jaminan
              Kesehatan Nasional (JKN), JKK, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan JKM. Untuk
              usaha kecil dan mikro diikutsertakan sekurang-kurangnya dalam program JKN, JKK, JHT, dan
              JKM.






























                                                           118
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124