Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 117

Penurunan  ini  dikarenakan  adanya  pandemi  covid-19  yang  melanda  berbagai  negara  tujuan
              penempatan PMI.
              "Penempatan PMI wajib dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terkait hal
              ini,  Kemnaker  telah  mengeluarkan  Pedoman  Pelaksanaan  Penempatan  pada  Masa  Adaptasi
              Kebiasaan  Baru.  Kita  utamakan  pelindungan PMI  yang bekerja di  luar  negeri,"  kata  Direktur
              Pembinaan  Penempatan  dan  Perlindungan  Tenaga  Kerja  Luar  Negeri  (PTKLN)  Kementerian
              Ketenagakerjaan, Eva Trisiana di Jakarta, Selasa (9/3).

              Selama pandemi, pertimbangan dalam proses penempatan tidak hanya berdasarkan keputusan
              pemerintah,  tetapi  juga  memperhatikan  terbukanya  akses  masuk  dari  negara  penempatan.
              Penempatan PMI memperhatikan dan mempertimbangkan kebijakan negara tujuan penempatan
              dan otoritas setempat, yang memperbolehkan masuknya tenaga kerja asing dengan menerapkan
              protokol kesehatan.

              "Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
              yang bekerja di negara-negara tujuan penempatan," katanya.

              Sementara untuk jumlah PMI sendiri, merujuk pada hasil laporan dari World Bank tahun 2017,
              diperkirakan ada 9 juta PMI di luar negeri, baik yang berangkat secara prosedural maupun non
              prosedural. "Berdasarkan data penempatan Pekerja Migran Indonesia, penempatan terbanyak
              ada  di  Malaysia, Taiwan,  Hong  Kong,  Singapura,  Arab  Saudi,  Brunei  Darussalam,  dan Korea
              Selatan," ujarnya.

              Dalam  upaya  penguatan  pelindungan  bagi  PMI  dan  pencegahan  penempatan  PMI  secara
              norprosedural, Kemnaker telah melakukan sejumlah langkah.

              Berbagai upaya yang dilakukannya yaitu penguatan kebijakan melalui regulasi; penguatan tata
              kelola  melalui  penguatan  kelembagaan,  juga  termasuk  penguatan  Satgas  Pelindungan  PMI;
              penguatan  kerjasama  luar  negeri;  penguatan  Atase  Ketenagakerjaan;  penguatan  sinergitas
              tugas dan tanggung jawab pemerintah di semua tingkatan; pengembangan pusat layanan bagi
              CPMI/PMI dan anggota keluarganya; dan penguatan kerjasama antar lembaga.

              Kemnaker  juga  melakukan  upaya  deteksi  dan  pencegahan  dini  (Early  Warning)  PMI
              nonprosedural sebelum CPMI diberangkatkan ke negara penempatan. Hal ini dilakukan melalui
              penyiapan SDM dan peningkatan kualitas CPMI dengan menyediakan dan memfasilitasi pelatihan
              CPMI  melalui  pelatihan  vokasi;  dan  penguatan  tata  kelola  terkait  pemanfaatan  teknologi
              informasi dalam menyediakan layanan bagi stakeholder yang terlibat dalam rantai proses ini.

              Reporter: Tira Santia Sumber: Liputan6.com [azz].
























                                                           116
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122