Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 112

Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) hanya sebesar 113.173 orang atau menurun sekitar 40,8 persen
              dari jumlah penempatan pada 2019.
              Penurunan  jumlah  penempatan  PMI  di  luar  negeri  tersebut  disebabkan  oleh  merebaknya
              pandemi Covid-19 di berbagai negara, termasuk di negara-negara tujuan penempatan pekerja
              migran Indonesia.

              "Penempatan PMI wajib dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan . Terkait hal
              ini,  Kemnaker  telah  mengeluarkan  Pedoman  Pelaksanaan  Penempatan  pada  Masa  Adaptasi
              Kebiasaan  Baru.  Kita  utamakan  pelindungan  PMI  yang  bekerja  di  luar  negeri,"  kata  Eva  di
              Jakarta, Selasa (9/3/2021).

              Eva  menjelaskan,  selama  pandemi  Covid-19,  pertimbangan  dalam  proses  penempatan  tidak
              hanya berdasarkan keputusan pemerintah, tetapi juga memperhatikan terbukanya akses masuk
              dari negara penempatan.

              Penempatan PMI memperhatikan dan mempertimbangkan kebijakan negara tujuan penempatan
              dan otoritas setempat, yang memperbolehkan masuknya tenaga kerja asing dengan menerapkan
              protokol kesehatan.

              "Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
              yang bekerja di negara-negara tujuan penempatan," bebernya.

              Sementara untuk jumlah PMI sendiri, merujuk pada hasil laporan dari World Bank tahun 2017,
              diperkirakan ada 9 juta PMI di luar negeri, baik yang berangkat secara prosedural maupun non
              prosedural.

              "Berdasarkan  data  penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia,  penempatan  terbanyak  ada  di
              Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan,"
              imbuhnya.

              Lebih lanjut, dalam upaya penguatan pelindungan bagi PMI dan pencegahan penempatan PMI
              secara norprosedural, Kemnaker telah melakukan sejumlah langkah.

              Berbagai upaya yang dilakukannya yaitu penguatan kebijakan melalui regulasi; penguatan tata
              kelola  melalui  penguatan  kelembagaan,  juga  termasuk  penguatan  Satgas  Pelindungan  PMI;
              penguatan  kerja  sama  luar  negeri;  penguatan  Atase  Ketenagakerjaan;  penguatan  sinergitas
              tugas dan tanggungjawab pemerintah di semua tingkatan; pengembangan pusat layanan bagi
              CPMI/PMI dan anggota keluarganya; dan penguatan kerja sama antar lembaga.

              Kemnaker  juga  melakukan  upaya  deteksi  dan  pencegahan  dini  (Early  Warning)  PMI
              nonprosedural sebelum CPMI diberangkatkan ke negara penempatan.

              Hal ini dilakukan melalui penyiapan SDM dan peningkatan kualitas CPMI dengan menyediakan
              dan memfasilitasi pelatihan CPMI melalui pelatihan vokasi; dan penguatan tata kelola terkait
              pemanfaatan  teknologi  informasi  dalam  menyediakan  layanan  bagi  stakeholder  yang  terlibat
              dalam rantai proses ini.













                                                           111
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117