Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 108

"Jadi  pembiayaan  program  ini  sebetulnya  gratis,  gratis  karena  pengusaha  juga  tidak
              menambahkan biaya lagi dan iuran dibayar pemerintah sebesar 0,22 persen," ujar Retno dalam
              diskusi Membedah Asuransi Pengangguran di Masa Marak PHK, Selasa (9/3).

              Adapun jaminan lainnya, pemerintah juga menanggung 0,14 persen untuk Jaminan Kecelakaan
              Kerja (JKK). Di samping itu, ada iuran sebesar 0,10 persen untuk Jaminan Kematian (JKM) yang
              dibebankan pada pengusaha atau pemberi kerja.

              Retno menjelaskan, korban PHK dengan adanya JKP ini bakal mendapat manfaat berupa insentif
              sebesar 45 persen dari upah selama 3 bulan, ditambah 25 persen dari upah 3 bulan berikutnya.

              "Besaran manfaat sesuai dengan upah yang dilaporkan di BPJS Ketenagakerjaan. Hitungannya
              dibatasi maksimal Rp 5 juta per bulan, ini bukan berarti yang upahnya di atas tidak mendapat
              manfaat, tapi yang dihitung yang di bawah itu," jelas Retno.

              Program JKP ini juga punya sejumlah manfaat lainnya selain uang tunai. Di antaranya yakni
              memberikan akses informasi pasar kerja, hingga pelatihan berbasis kompetensi. Kendati begitu,
              Retno menegaskan tidak semua korban PHK bakal mendapatkan manfaat dari JKP.

              "Program ini akan dikecualikan untuk korban PHK yang sengaja mengundurkan diri, catat total
              tetap, pensiun atau meninggal dunia," pungkasnya.




















































                                                           107
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113