Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 110

Ketentuan  besaran  itu,  katanya,  disesuaikan  dengan  standar  minimal  yang  tertuang  dalam
              Konvensi  Organisasi  Buruh  Internasional  (International  Labour  Organization/ILO)  Nomor  102
              tahun 1952 mengenai standar minimal jaminan sosial.

              Selain uang tunai, kata dia, penerima manfaat JKP akan menerima juga akses informasi pasar
              kerja yang dilakukan lewat Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) milik Kemenaker.

              Pemanfaat JKP juga akan menerima pelatihan kerja berbasis kompetensi yang dilakukan lewat
              lembaga pelatihan milik pemerintah, swasta atau perusahaan.

              Dia juga memastikan bahwa untuk kepesertaan JKP para pengusaha tidak perlu mengeluarkan
              biaya  tambahan  mengingat  iuran  akan  menanggungnya  sebesar  0,22  persen  dan  sumber
              pendanaan  diambil  dari  rekomposisi  iuran  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  (JKK)  dan  Jaminan
              Kematian (JKM) masing-masing 0,14 pernse dan 0,10 persen.

              "Artinya pemberi kerja tidak ada tambahan biaya di sini karena kita akan melakukan rekomposisi
              dari dua program JKK dan JKM," katanya menegaskan.

              Peserta JKP sendiri adalah pekerja penerima upah yang sudah menjadi peserta program jaminan
              sosial BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

              Sementara  yang  berhak  mendapatkan  manfaat  JKP  adalah  yang  mengalami  PHK  dan  ingin
              bekerja kembali, memiliki masa iuran paling sedikit 12 bulan dalam 24 bulan, serta membayar
              iuran enam bulan berturut-turut sebelum terjadi PHK, demikian Retno Pratiwi.















































                                                           109
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115