Page 131 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 131

Airlangga  pun  mengatakan,  kebijakan  tersebut  diambil  untuk  menggerakkan  dua  hal,  yang
              pertama yakni mengurangi tingkat pengangguran yang melonjak akibat pandemi Covid-19.
              Yang kedua, dengan tenaga kerja yang terserap akibat sektor produksi yang mulai bergerak,
              maka masyarakat memiliki uang untuk melakukan konsumsi. Hal tersebut bakal mendongkrak
              daya beli yang saat ini sedang lesu.

              Di sisi lain, pemerintah juga tengah fokus agar produksi UMKM bisa meningkat.

              "Sehingga tidak hanya menaikkan konsumsi tetapi juga supply side dari UMKM," ujar Airlangga.
              Untuk  diketahui,  pada  tahun  2020  lalu,  Kementerian  Ketenagakerjaan  menyalurkan  bantuan
              subsidi upah sebesar Rp 29,4 triliun.

              Rinciannya,  untuk  termin  pertama  penyaluran  dengan  rentang  waktu  bulan  Agustus  hingga
              Oktober 2020, realisasinya mencapai 12,29 juta penerima atau 99,11% dengan anggaran Rp
              14,7 triliun.

              Sementara pada termin pertama tersebut, bantuan subsidi gaji yang belum tersalurkan mencapai
              110.762 pekerja.

              Sedangkan untuk termin kedua, penyaluran mulai dilakukan pada bulan November 2020. Adapun
              realisasi  penyaluran  sebanyak  12,24  juta  atau  98,71%  dengan  anggaran  Rp  14,6  triliun.
              Sementara yang belum tersalurkan terdapat 159.727 pekerja.

              Sehingga, total realisasi dari kedua termin sebesar Rp 29,4 triliun atau 98,91%.













































                                                           130
   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136