Page 133 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 133
Menurutnya, pada tahun ini pemerintah fokus mendorong perlindungan sosial melalui sektor
yang produktif.
"Perlindungan sosial di tahun ini beda dengan tahun lalu di mana tahun lalu kita memang
memberikan subsidi gaji," ujar Airlangga dalam talkshow daring yang ditayangkan YouTube
BNPB, Selasa (9/3/2021).
"Tetapi memang kita dorong tahun ini lebih kepada sektor yang produktif agar menggerakkan
dua hal," lanjutnya.
Pertama, untuk mengurangi jumlah individu yang tidak bekerja. Kedua, bisa mendorong daya
beli bagi orang yang bekerja.
Dengan demikian, perlindungan sosial pada tahun ini lebih menitikberatkan program padat karya
untuk berbagai sektor.
"Jadi program padat karya didorong apakah itu pertanian. Apakah itu infrastruktur. Juga kita
dorong untuk UMKM," tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah memastikan subsidi gaji dalam program Bantuan Subsidi Upah (BSU)
tak lagi dilanjutkan tahun ini.
Dana untuk pencairan BLT ini tak lagi teralokasi di APBN 2021.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengakui bahwa dana BLT subsidi gaji atau
bantuan subsidi upah (BSU) tahun tak dialokasikan APBN 2021.
"Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dlihat bagaimana kondisi
ekonomi berikutnya," ujar Ida dikutip dari Antara, Selasa (9/2/2021).
Ida menjelaskan, program bantuan subsidi upah ini pasti akan berlanjut asalkan tergantung dari
situasi dan kondisi perekonomian nasional tahun ini.
"Nanti kami lihat kondisi ekonomi berikutnya," kata menteri dari unsur dari Politisi Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Lanjut Ida, pemerintah akan mengandalkan program Kartu Prakerja untuk memberikan insentif
bagi pekerja terdampak pandemi Covid-19.
"Kita tidak menggunakan skema subsidi upah, tapi program Kartu Prakerja yang di situ ada
insentifnya tetap dilanjutkan," kata Ida.
132

