Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 40
Dua provinsi yang berada di posisi teratas adalah Bali dan Yogyakarta. Keduanya dikenal sebagai
daerah tujuan wisata Indonesia. Datangnya pandemi memaksa pemerintah merilis kebijakan
pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang kemudian diubah menjadi Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM mikro.
Tempat atau kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak ditutup. Beberapa di
antaranya adalah penutupan sekolah, pasar, dan tempat ibadah. Kantor dan pabrik dibatasi.
Transportasi udara dan laut sempat dihentikan. Kebijakan ini berdampak luar biasa terhadap
daerah tujuan wisata.
Salah satu contohnya adalah kedatangan turis mancanegara yang anjlok 75 persen pada 2020
menjadi 4 juta orang dari 16,1 juta pada 2019. Khusus Bali, jumlah turis asing yang terbang ke
Bandara I Gusti Ngurah Rai pada April 2020 --dimulainya PSBB-- hanya 273 orang. Bandingkan
dengan April 2020 yang mencapai 476 ribu. Bahkan, pada April tak satu pun turis asing yang
datang ke Yogyakarta lewat Bandara Adisutjipto.
Dampaknya langsung dirasakan para pelaku bisnis pariwisata. Salah satunya adalah pemilik toko
oleh-oleh Krisna di Denpasar. "Kita putuskan untuk merumahkan karyawan sebanyak 2.500
orang karena pariwisata Bali lesu akibat pandemi Covid-19," kata Ajik Krisna , pemilik Krisna.
Krisna yang dijuluki crazy rich Bali ini bahkan harus menjual mobil sewa lebih dari 20 unit, dan
juga mobil pribadinya untuk dibelikan sembako untuk karyawan yang dirumahkan. Di Bali,
berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaa, terdapat 97 ribu pekerja yang terkena
dampak pandemi, 88 persen di antaranya dirumahkan.
Badan Pusat Statistik Bali misalnya, mencatat ada tiga sektor yang terdampak pandemi paling
parah. Ketiga sektor itu adalah transportasi dan pergudangan (minus 40,03 persen), makanan
dan minuman (-31,81 persen), serta perdagangan besar dan eceran (-9,82 persen).
Tak semua pekerja yang terdapak Covid-19 menyerah. Salah satunya adalah Vera Rahmawati
(30). Sebelum pandemi ia adalah sales executive salah satu perusahaan travel di Jakarta. Kini,
ia berjualan sekaligus menjadi kurir. "Dimulai dengan jualan di kompleks rumah, posting di
media sosial dan broadcast Whatsapp," kata Vera seperti dikutip dari akun media sosial
pribadinya.
39

