Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 58

Hal  itu  terjadi  karena  merebaknya  pandemi  COVID-19  di  berbagai  negara,  terutama  yang
              menjadi tujuan penempatan PMI.
              Direktur Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN) Kemnaker
              Eva  Trisiana  mengatakan,  penempatan  PMI  pada  2020  hanya  sebesar  113.173  orang  atau
              menurun sekitar 40,8 persen dari jumlah penempatan 2019.

              Karena itu, penempatan PMI di masa pandemi dilakukan sesuai protokol kesehatan yang ketat.
              "Penempatan PMI wajib dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Eva
              di Jakarta, Selasa (9/3).

              Guna mendukung penempatan PMI di masa pandemi ini, Kemnaker juga telah mengeluarkan
              Pedoman Pelaksanaan Penempatan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

              "Kita utamakan pelindungan PMI yang bekerja di luar negeri," tegas Eva.
              Pertimbangan  dalam  proses  penempatan  PMI  selama  pandemi  tidak  hanya  berdasarkan
              keputusan  pemerintah,  tetapi  juga  memperhatikan  terbukanya  akses  masuk  dari  negara
              penempatan.

              Kemudian,  mempertimbangkan  kebijakan  negara  tujuan  penempatan  dan  otoritas  setempat,
              yang memperbolehkan masuknya tenaga kerja asing dengan menerapkan protokol kesehatan.

              "Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
              yang bekerja di negara-negara tujuan penempatan," kata Direktur Eva.

              Untuk jumlah PMI sendiri, merujuk pada laporan World Bank tahun 2017, diperkirakan ada 9
              juta PMI di luar negeri, baik yang berangkat secara prosedural maupun non prosedural.

              "Berdasarkan  data  penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia,  penempatan  terbanyak  ada  di
              Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan,"
              jelas Eva.
              Dalam  upaya  penguatan  pelindungan  bagi  PMI  dan  pencegahan  penempatan  PMI  secara
              norprosedural,  Kemnaker  telah  melakukan  sejumlah  langkah.  Antara  lain  dengan  penguatan
              kebijakan melalui regulasi.

              Kemudian penguatan tata kelola melalui kelembagaan, Satgas Pelindungan PMI, memperkuat
              kerja  sama  luar  negeri hingga  Atase  Ketenagakerjaan,  sinergitas tugas dan  tanggung  jawab
              pemerintah  di  semua  tingkatan,  pengembangan  pusat  layanan  bagi  CPMI/PMI  dan  anggota
              keluarganya, dan penguatan kerja sama antarlembaga.

              Kemnaker  juga  melakukan  upaya  deteksi  dan  pencegahan  dini  (Early  Warning)  PMI
              nonprosedural sebelum CPMI diberangkatkan ke negara penempatan.

              Hal ini dilakukan melalui penyiapan SDM dan peningkatan kualitas CPMI dengan menyediakan
              dan memfasilitasi pelatihan CPMI melalui pelatihan vokasi, dan penguatan tata kelola terkait
              pemanfaatan  teknologi  informasi  dalam  menyediakan  layanan  bagi  stakeholder  yang  terlibat
              dalam rantai proses ini.











                                                           57
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63