Page 153 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2020
P. 153
pekerja China, jumlah tenaga kerja Indonesia di proyek tersebut tetap memegang porsi paling
besar.
"Ada 2 ribu (pekerja China) sementara tenaga kerja kita ada 10 ribu. Totalnya 12 ribu, 10 ribu
dari tenaga kerja Indonesia, kemudian 2 ribunya dari tenaga kerja China, TKA dari China," kita
dia saat berkunjung ke lokasi proyek di kawasan Halim, Jakarta Timur, Senin (27/7/2020).
Fakta kedua , Ida memastikan bahwa TKA China di proyek tersebut merupakan tenaga kerja
dengan skill atau keterampilan tinggi. Penggunaan mereka sudah sesuai Rencana Penggunaan
Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang diajukan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) oleh
pihak kontraktor.
"Meskipun di lapangan itu membutuhkan keahlian tertentu. Ini kan proyek baru yang pertama
kali dikerjakan di Indonesia. Meskipun itu pekerjaan lapangan tapi itu membutuhkan keahlian
tertentu. Ini adalah proyek baru. Kereta cepat ini belum pernah dilakukan (dibangun di
Indonesia)," sebutnya.
Lalu fakta ketiga , pekerja China ini akan kembali ke negaranya setelah ada transfer of
knowledge atau transfer pengetahuan telah dilakukan, artinya sumber daya manusia (SDM)
Indonesia sudah memiliki keahlian mengoperasikan kereta cepat.
"Memang karena semuanya manual book, semua peralatannya direction-nya itu dari China,
memang kehadiran TKA China di sini dibutuhkan. Tapi harus sekali lagi tahapan transfer of
knowledge-nya, setelah proyek berjalan, terjadi transfer of knowledge maka mereka akan
kembali ke negaranya," tambah Ida..
152

