Page 298 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2020
P. 298
Politikus dari Partai Golkar itu juga optimistis terhadap hasil proyeksi yang menyatakan bahwa
kemungkinan besar anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dapat
diserap secara keseluruhan pada akhir 2020,
Program-program bantuan yang menjadi prioritas pemerintah seperti banpres produktif, subsidi
upah, dan kartu Pra-kerja hampir seluruh anggarannya dapat diserap secara maksimal. "Tentu
yang kami dorong utamanya terkait perlindungan sosial, usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM), dan sektoral/kelembagaan,"katanya.
Di sektor kesehatan, upaya penanganan Covid-19 juga terus dilakukan dan cukup membuahkan
hasil. Terbukti dari mulai menurunnya angka positif harian dalam beberapa pekan terakhir.
Kemarin jumlah penambahan kasus positif sebanyak 2.853 orang, jauh lebih kecil dibanding
beberapa waktu sebelumnya yang selalu mencatatkan penambahan di atas 4.000 orang.
Secara umum Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19
Wiku Adisasmito mengungkapkan, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia relatif lebih terkendali.
Ini terlihat dari kasus aktif Covid-19 di Tanah Air yang lebih rendah dibandingkan dengan global
dengan selisih 14,27%.
"Kalau kita lihat secara nasional, angka kasus aktif kita adalah 12,52%, sedangkan di dunia ini
kasus aktifnya adalah 26,79%. Jadi, kita lebih rendah dan selisihnya 14,27%. Dan, ini dari waktu
ke waktu selalu turun kasus aktifnya. Kasus aktif artinyakasusyangsedang sakit," ungkap Wiku.
Subsidi Upah
Di bagian lain, untuk membantu kalangan pekerja yang terdampak pandemi Covid-19,
Kementerian Ketenagakerjaan memastikan pembayaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) termin
kedua telah dicairkan mulai kemarin. Termin kedua, ini merupakan penyaluran BSU untuk
periode November Desember. Sebelumnya termin pertama BSU sebesar Rp 1,2 juta telah
disalurkan pada periode September Oktober 2020.
Jumlah dana yang diberikan kepada pekerja/buruh penerima tetap sama, yakni Rp 1,2 juta
(Rp600.000 per bulan). Adapun mekanisme pencairan tetap mengikuti Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan RI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah
Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease
2019 (Covid-19) dan dibagiper tahap (batch).
"Kita pastikan termin kedua BSU sudah cair hari ini (kemarin). Saya dapat laporan bahwa data
penerima BSU tahap pertama sebanyak 2.180.382 orang sudah diproses ke KPPN (Kantor
Pelayanan Perbendaharaan Negara). Selanjutnya akan ditransfer ke bank penyalur dan dicairkan
ke masing-masing rekening penerima baik rekening Himbara maupun non-Himbara sama dengan
mekanisme termin pertama," kata Ida di Jakarta kemarin.
Ida mengatakan, terus berupaya mempercepat proses penyaluran bantuan subsidi upah bagi
para pekerja/buruh di termin kedua ini sehingga dapat segera diterima para pekerja/buruh untuk
membantu daya beli dan konsumsi masyarakat.
Dia menambahkan, proses penyaluran BSU termin kedua sedikit berbeda dari sebelumnya.
Pasalnya, atas rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap penyaluran BSU,
perlu dilakukan pemadanan data dengan data wajib pajak. Proses pemadanan data tersebut juga
merupakan bagian dari evaluasi penyaluran BSU agar tepat sasaran.
"Kami mendapat rekomendasi dari KPK bahwa diperlukan adanya pemadanan data penerima
BSU dengan data pajak yang ada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Oleh sebab itu, setelah
pembayaran termin pertama selesai sekitar dua minggu lalu, Kemnaker bersama BPJS
Ketenagakerjaan saling berkoordinasi dengan DJP untuk melakukan pemadanan data.
297

