Page 298 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 DESEMBER 2020
P. 298

Menanggapi hal itu DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Jawa Tengah
              mengimbau kepada Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang berniat bekerja di Taiwan, agar
              mengubah negara tujuan.

              CPMI  yang  sudah  memiliki  nomor  ID  bisa  langsung  menghubungi  perusahaan  penempatan
              tenaga  kerja  masing-masing  untuk  mengubah  negara  tu  juan.  Perusahaan  penyalur  bisa
              membantu untuk mengurus ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan
              jangka waktu kurang lebih sepekan saja.

              Hal ini dikemukakan Sekretaris DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati)
              Jawa Tengah, Ika Khikmah saat ditemui Suara Merdeka. Rabu (2/12). Ika menjelaskan kebijakan
              penutupan penerimaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu dikeluarkan Pemerintah Taiwan pada
              Senin (30/11) kemarin.

              ''Imbauan Apjati Jateng ini bertujuan supaya sekitar 1.350 CPMI yang berencana bekerja ke
              Taiwan ini ada kepastian nasib. Ada opsi 23 negara tujuan lain, untuk sektor informal CPMI bisa
              memilih  dua  di  antaranya  ke  Singapura  atau  ke  Hongkong.  Dua  negara  ini  punya  protokol
              kesehatan dan perlindungannya kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bagus. Selain itu
              terkait kesejahteraan juga tidak kalah dengan Taiwan," papar Ika.


              Khusus Indonesia
              Dia menjelaskan kebijakan Pemerintah Taiwan ini memang dikhususkan bagi Indonesia dan tidak
              untuk negara lain seperti dari Filipina, Vietnam, dan Kamboja.

              Alasannya disebutkan, karena Pemerintah Taiwan saat ini menganggap Indonesia belum mampu
              mengatasi Covid-19. Selain itu, dikhawatirkan nanti banyak pekerja migran yang datang di sana
              terinfeksi virus korona.

              Dia mengungkapkan dalam beberapa waktu terakhir, memang ada beberapa PMI yang tiba di
              Taiwan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

              "Padahal perusahaan penempatan kerja ke Taiwan sudah melakukan tes swab di ramah sakit
              yang ditunjuk pemerintah.'' imbuh Ika (mam-65)


































                                                           297
   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303