Page 220 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 NOVEMBER 2020
P. 220

HARI INI, KSPI GELAR AKSI DEMO DI DPR TUNTUT UU CIPTA KERJA DIBATALKAN

              Serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) akan kembali
              melakukan  aksi  demonstrasi  dalam  rangka  menolak  Undang-Undang  Nomor  11  Tahun  2020
              Tentang Cipta Kerja di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2020). Presiden
              KSPI Said Iqbal mengatakan, selain menolak UU Cipta Kerja, aksi demo juga menuntut kenaikan
              upah minimum 2021.

              "Menuntut  dibatalkannya  UU  Nomor  21  Tahun  2020  tentang  Cipta  Kerja  melalui  mekanisme
              legislatif review dan kenaikan upah minimum 2021," kata Said dalam keterangan tertulis, Senin
              (9/11/2020).

              KSPI sebelumnya sudah mengirimkan surat permohonan ke sembilan fraksi di DPR RI terkait
              langkah legislative review atas UU Cipta Kerja. Said mengatakan, sampai saat ini belum ada
              tanggapan dari sembilan fraksi di DPR karena ketika surat tersebut dikirim, DPR masih dalam
              masa reses.
              "Belum (tanggapan fraksi di DPR), dengan alasan masih reses dan baru masuk DPR hari ini,"
              ujarnya.

              Kendati demikian, Said menyambut baik sikap Partai Demokrat yang tengah menyiapkan langkah
              legislative review atas UU Cipta Kerja, karena sesuai dengan harapan serikat buruh.

              "Setuju, karena sesuai harapan buruh yang meminta legislative review apalagi banyak ditemui
              kesalahan dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang diketuai publik secara luas,"
              ucapnya.

              Lebih lanjut, Said mengatakan, target peserta aksi demo di depan Gedung DPR RI hari ini sekitar
              1.000 orang buruh.
              "Estimasi Massa 1.000-an orang buruh," pungkasnya.

              Sebelumnya, KSPI mendesak DPR melakukan legislative review terhadap omnibus law UU Cipta
              Kerja. Surat permohonan legislative review telah dikirimkan KSPI dan diterima DPR pada Selasa
              (20/10/2020). Presiden KSPI Said Iqbal berharap surat tersebut dapat ditindaklanjuti.

              Legislative review adalah upaya untuk mengubah suatu undang-undang melalui DPR. DPR dapat
              mengusulkan UU baru atau revisi UU untuk membatalkan UU Cipta Kerja.

              "Sudah kami kirim surat resmi KSPI kepada sembilan fraksi di DPR RI dengan tembusan pimpinan
              DPR, MPR, DPD, dan 575 anggota DPR RI. Isinya permohonan buruh, termasuk KSPI, meminta
              kepada anggota DPR melalui fraksi agar melakukan yang disebut legislative review," kata Said
              dalam konferensi pers daring, Rabu (21/10/2020).

              Menurutnya, pengujian undang-undang tidak selalu harus melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
              Said mengatakan DPR dapat melakukan pengujian dengan mekanisme legislative review jika
              sebuah undang-undang mendapatkan penolakan keras dari publik.

              Said  menuturkan,  hal  tersebut  sesuai  dengan  UUD  1945  dan  UU  Pembentukan  Peraturan
              Perundang-undangan Nomor 12 Tahun 2011. Selanjutnya, ia berharap DPR mengajukan usul
              RUU untuk membatalkan UU Cipta Kerja.
              "Dibolehkan dalam UUD 1945 dan dipertegas dalam UU PPP. DPR tidak bisa berdalih," ucapnya.

              Dia berpendapat, Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat dapat menginisasi legislative review
              terhadap UU Cipta Kerja. Dua fraksi tersebut diketahui menolak pengesahan UU Cipta Kerja.


                                                           219
   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225